Beranda UPDATES Mods VS Rockers Indonesia: Bukan Kumpul-Kumpul Anak Motor Biasa

Mods VS Rockers Indonesia: Bukan Kumpul-Kumpul Anak Motor Biasa

JAKARTA, 25 Oktober 2018 — Mod adalah subkultur yang dimulai di London pada tahun 1958 dan menyebar ke seluruh Inggris Raya. Berfokus pada musik dan fashion, subkultur ini berakar pada sekelompok kecil pria muda London yang di akhir 1950-an yang diistilahkan kaum modernis karena mereka mendengarkan musik jazz modern.

motovaganza award

Unsur-unsur subkultur mod yang signifikan termasuk mode (seringkali pakaian yang dibuat khusus); musik (termasuk soul, ska, dan R & B); dan skuter motor (biasanya Lambretta atau Vespa).

Subkultur ini tidak hanya menyebar ke penjuru Inggris Raya namun juga sampai ke Indonesia. Di negara kita, Mods menjadi sebutan bagi pengendara skuter buatan Italia dengan gaya fashion berciri sepatu bot yang fokus utamanya ada pada fesyen dan musik. Sementara kelompok Rockers adalah mereka yang fokus pada sepeda motor klasik dan custom dan dipertegas dengan gaya busana seperti jaket kulit hitam dan sepatu bot.

Dua kelompok ini pernah berseteru pada pertengahan 1960-an sebelum kemudian berdamai dan mengilhami ajang Mods vs Rockers yang menekankan persatuan para pemotor di berbagai belahan dunia. Di Indonesia, ajang ini mulai digelar pada tahun 2014 bertepatan dengan hari kemerdekaan Indonesia yang jatuh pada 17 Agustus.

Namun, event Mods VS Rockers tidak hanya menjadi wadah ‘kumpul-kumpul’ anak motor belaka. Lebih dari itu bertujuan untuk kumpulnya orang-orang kreatif, sekaligus memajukan sektor industri kreatif. “Karena pada dasarnya kita-kita ini orang-orang kreatif,” sebut Ki Agoos Adrian, seorang pentolan di Caferacer Indonesia, pada ajang pressconference Mods VS Rockers, 23 Oktober 2018. Orang-orang kreatif yang disebut Adrian merujuk pada kemampuan para peserta Mods dan Rockers saat menumpahkan kreativitas  di atas kanvas motor yang mereka miliki.

“Kami juga ingin komunitas Mods VS Rockers, jika kita bisa menyebutnya sebagai komunitas, lebih memiliki rasa kebangsaan. Bukan berarti mereka tidak mempunyai rasa nasionalisme, cuma kami ingin menggugah kembali, membangkitkan kembali rasa nasionalisme mereka,” beber Adrian.

Alasan dari pernyataan Adrian tidak lepas dari kesadaran kolektif (dirinya dan teman-temannya) pada perpecahan di masyarakat yang saat ini terjadi. “Saling mencaci, saling ribut gara-gara masalah kecil, ribut pepesan kosong. Nah kami ingin mencoba menggugah mereka. Sesungguhnya kita ini satu. Kita Indonesia,” imbuh Adrian mewakili komunitas Rockers.

Setali tiga uang, Danny Mamesa dari pihak Mods menyebut dalam event ini (Mods VS Rockers 2018), mereka ingin menunjukkan persatuan, rasa brotherhood meskipun memiliki motor yang berbeda, tetapi tetap satu. Punya semangat sama menyambut hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada saat penyelenggaraan event Mods VS Rockers 2018, 27-28 Oktober 2018, di Bintaro Xchange, Tangerang Selatan.

REZA ERLANGGA