Beranda UPDATES Kisah Anies Baswedan dan Vespa Tua yang Bikin ‘Baper’

Kisah Anies Baswedan dan Vespa Tua yang Bikin ‘Baper’

Kisahnya menyentuh perasaan.

JAKARTA, 26 September 2018 — Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta kerap terlihat mengendarai motor, baik ketika mengecek pelayanan kepada atlet Asian Games 2018 di JIExpo, Kemayoran, atau ketika berboncengan bersama Sandiaga Uno, Wagub DKI Jakarta usai meninjau proyek underpass Mampang-Kuningan.

motovaganza award

Namun, Anies Baswedan tidak hanya menggunakan motor ketika bertugas. Lebih dari itu, dia juga menggunakan motor untuk kegiatan keluarga. Seperti mengantar anaknya ke sekolah, hingga bernostalgia bersama anak menggunakan Vespa Sprint  tahun 1968 warisan orang tuanya.

Kegiatan ini ditorehkan pada akun instagramnya @aniesbaswedan beberapa waktu lalu. Berikut petikannya. Hati-hati baper ya…

https://www.instagram.com/p/BoDhkKRnmt7

Vespa Sprint Tahun 1968 warna Silver. Itulah kendaraan keluarga kami sejak dulu.

Vespa ini dibeli bekas oleh ayah sekitar tahun 1974. Sebelum punya Vespa, ayah kalau ke kampus utk mengajar di Yogya selalu naik “sepeda onthel“. Vespa ini jadi kendaraan bermotor pertama keluarga kami. Dan kemudian ayah sehari-hari menggunakannya, termasuk saat bekerja sebagai Dekan.

Ketika duduk di bangku SMA, vespa ini dilungsurkan ke saya dan vespa ini pula yang mendampingi selama aktif di dunia pegerakan mahasiswa. .

Alhamdulillah, hingga kini masih digunakan dan dirawat dengan rutin, dengan mesin yang masih relatif halus dan kendali yang stabil.

Vespa ini spesial. Ini menyimpan banyak cerita, terlebih tentang Ayah. Salah satu yang paling berkesan adalah saat masih kecil kerap diajak naik motor vespa dengan Ayah dan Ibu. Ayah pegang kemudi, ibu dibonceng dan saya berdiri di bagian depan (antara ayah dan kemudi).

Ada yang unik. Jika melewati Jalan Kaliurang di sore hari, biasanya menjelang maghrib, yang waktu masih sepi dan minim pencahayaan, Ayah selalu ingatkan untuk tutup mata karena banyak serangga “samber mata” …. kelilipan samber mata itu memang pedih di mata :).

Alhamdulillah, kebiasaan naik vespa yang dilakukan ayah juga saya teruskan, kini saya kerap membonceng Ismail untuk jalan-jalan atau sekedar mengantarnya sekolah, menggunakan Vespa Sprint peninggalan ayah.

Vespa usia 50 tahun ini, bukan sekadar kendaraan tua dan antik. Ia bagian dari perjalanan sejarah keluarga. Usianya memang panjang, tapi manfaatnya terus hingga kini.

Apakah teman-teman punya kendaraan warisan orang tua yang terus dirawat dan digunakan hingga sekarang?

RAJU FEBRIAN