Beranda UPDATES Distinguished Gentlemans Ride Bandung 2017 Sukses Tembus Target

Distinguished Gentlemans Ride Bandung 2017 Sukses Tembus Target

JAKARTA, 27 September 2017 – Pelaksanaan Distringuished Gentlemans Ride 2017 di Bandung, Minggu, 24 September 2017 kemarin, sukses melampaui target yang ditetapkan. Donasi yang terkumpul juga siap disumbangkan pada yayasan yang dipilih.

Secara global, Distringuished Gentlemans Rider 2017 berhasil mengumpulkan sebanyak 92.651 pengendara. Mereka melakukan aksi motoron bergaya klasik dan vintage di 600 kota yang tersebar di 95 negara. Sedangkan donasi yang terkumpul tercatat US$ 4.492.218 dari dari target US$ 5 juta.

Untuk DGR Bandung 2017, berdasarkan data di situs resmi www.gentlemansride.com peserta tercatat 1.511 pengendara dengan jumlah sumbangan sebesar US$ 729. Pada saat event yang dipusatkan di Gedung Sate Bandung, panitia mencatat setidaknya terdapat 3.000 pengendara. Jumlah ini dua kali lipat dari target. Adapun donasi yang dikumpulkan sebanyak Rp 30.836.000.

Donasi yang terkumpul di DGR Bandung 2017 akan dialokasikan ke Yayayan Movember – selaku partner DGR global — sebanyak US$ 729 + Rp 10 juta, Ulah Adigung Rp 10 juta, dan Yayasan Rumah Harapan Valencia Care Foundation Rp 10.836.000.

DGR Bandung 2017 didukung Provinsi Jawa Barat, bank bjb, Triumph Jakarta, GAS Motorcycles, Unionwell, Motovaganza, Kaboa, Fourspeed, Rawtype Riot, BBQ ride, Elders, Fhil, Pickers, Freeflow, Tesmak, FMC, Riders and Rules, Exodus, Wayout, RollieMonkey, Minen, Yamasurih, SPTW, Pattent Goods, Old Dog, dan Easthood.

“Dukungan semua pihak yang memungkinkan kami membawa DGR Bandung 2017 bisa terlaksana tahun ini,” kata Host DGR Bandung Yudhi Febriantono dalam keterangan persnya.

Aksi global Distinguished Gentklemans Ride ini dilakukan untuk mendukung riset penanggulangan kanker prostat dan kesehatan pria, yang digelar mitra resmi Movember Foundation.

The Distinguished Gentlemans Ride didirikan pada tahun 2012 oleh Mark Hawwa yang diilhami oleh gambar Mad Men’s Don Draper yang duduk di sebuah sepeda motor klasik dengan setelannya yang bergaya tahun 1960-an. Mark kemudian menggalang dana lewat acara motoran yang dikombinasikan dengan gaya klasik sekaligus memerangi stereotip negatif terhadap komunitas sepeda motor.

RAJU FEBRIAN