Beranda EDITOR'S PICKS Deretan Motor Bergaya Scrambler di Indonesia

Deretan Motor Bergaya Scrambler di Indonesia

JAKARTA, 9 Desember 2016 – Motor dual purpose atau lebih akrab disebut Scrambler nampaknya menjadi pilihan tersendiri bagi para penggila motor on/off road ini. Hal ini dapat terlihat dari beberapa agen pemegang merek (APM) di Indonesia untuk menghadirkan motor bergenre dual purpose tersebut seperti Ducati, BMW Motorrad, Triumph, Honda, Yamaha dan Suzuki.

Dari pabrikan Italia, Ducati misalnya yang menghadirkan motor bernama Sixty2 dan Scrambler 800. Di Indonesia kedua motor tersebut hadir melalui PT Garansindo Euro Sport dan bermarkas di kawasan kemang, Jakarta Selatan.

Hadir dengan dua varian, Sixty2 memiliki kompresi mesin yang lebih kecil dibandingkan saudara kandungnya Scrambler800. (Baca: Ini Perbedaan Ducati Scrambler Sixty2 dan Scrambler 800). PT Garansindo Euro Sport membanderol variann Scrambler ini dengan harga Rp Rp 219 Juta untuk model Sixty2 dan Rp 329 juta  untuk varian termurahnya Scrambler Icon.

Berbeda dengan Ducati, BMW Motorrad juga menghadirkan varian garuk tanahnya berbasis Rnine T dengan nama BMW Rnine T Scrambler. Walau sekilas nampak sama, keduanya memiliki perbedaan yang terbilang cukup signifikan (Baca: Galeri Foto Ekskusif BMW R nineT Scrambler).

BMW R nineT Scrambler merupakan motor dual purpose yang dapat digunakan di jalan aspal dan juga medan offroad dengan status ringan seperti jalan bebatuan, pasir dan lumpur yang kondisinya tidak seekstrem motor trail. Motor asal Jerman ini dibekali dengan mesin berkapasitas 1200 cc bertipe Boxer berkapasitas 1.170 cc. Dengan mesin tersebut, motor bergaya Retro-Offroad ini mampu menyemburkan tenaga hingga 110 Hp dan torsi 116 Nm pada bukaan gas di 6.000 rpm. PT Maxindo Moto membanderol motor ini secara off the road dengan harga Rp 620 juta.

Selain dua pemain baru diatas, pabrikan motor asal Inggris Triumph Motorcycles tercatat sudah lebih dahulu memperkenalkan motor garuk tanah miliknya berbasis T100 (Bonneville). Triumph Scrambler berhasil dipopulerkan melalui peran The King of Cool, Steve McQueen pada 1963 melalui film bertajuk The Great Escape.

Di Indonesia, motor ini masih terbilang sangat langka, namun bagi anda yang menginginkannya anda bisa memodifikasi dengan basis Triumph Bonneville. Saat ini keagenan Triumph Motorcycles ada pada bendera perusahaan bernama  PT Garda Andalan Selaras (GAS) yang berlokasi di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.

Diluar pabrikan motor Eropa, Honda juga mengadirkan sosok motor Scrambler modern miliknya bernama CBsix50. Walau masih berstatus motor konsep namun suatu cara yang tidak sulit bagi motor berlogo kepakan sayap untuk merealisasikan motor konsep tersebut menjadi motor mass production.

Selain Honda, Suzuki juga dikabarkan telah menghadirkan sosok motor jangkung dengan penggunaan ban kembang kasar di paris beberapa waktu lalu. Suzuki mempercayakan pada sosok motor SV650 miliknya yang kemudian diubah menjadi sosok motor garuk tanah modern bernama Suzuki SV650 Scrambler. Sayangnya, Suzuki SV650 Scrambler anyar ini baru diperkenalkan di negara Prancis akhir tahun ini.

Tidak kalah menariknya dengan Suzuki dan Honda, pabrikan motor asal Jepang lainnya berlogo garputala, Yamaha juga menghadirkan sosok motor Scrambler miliknya berbasis Yamaha XSR900.

Yamaha menghadirkan motor ini dalam rangka perayaan hari kelahirannya ke 90 tahun beberapa waktu lalu. Oleh karena itu, Scrambler miliknya ini didominasi warna kuning terang dengan striping khas Yamaha era tahun 60-an atau vintage. Namun sayangnya motor ini belum ada tanda akan masuk ke Indonesia.

ANDHIKA KRESNA