Beranda UPDATES Beberapa Fakta Unik Seputar Motor Beraliran Café Racer

Beberapa Fakta Unik Seputar Motor Beraliran Café Racer

JAKARTA, 8 Desember 2016 – Bicara motor kastem, motor dengan aliran Café racer nampaknya menjadi sebuah perhatian tersendiri di kalangan builder dan juga pabrikan. Hal ini terkait dengan sejarah panjang café recer itu sendiri. Café racer dibuat sedemikian rupa untuk mendapatkan kecepatan maksimal dengan bobot minimal tanpa menghilangkan kenyamanan dan juga peranti  keselamatan berkendara. Berikut 7 fakta unik seputar motor beraliran café racer:

Pertama, karena bertujuan untuk mengejar waktu, motor beraliran café racer harus memiliki mesin yang sangat “sehat”. Ini artinya motor penunggang musisi rock (rocker) atau “Ton-Up Boys” tersebut harus dalam keadaan prima, beberapa rockers juga memodifikasi mesin motor mereka dengan mengganti spare part racing untuk mendapatkan hasil yang optimal.

Kedua, motor yang memiliki bobot ringan dengan stang menunduk a la motor balap Isle man of TT ini juga harus memiliki ground clearence yang sedikit lebih tinggi dari versi standar. Hal ini terkait karena rute balap mereka juga memasuki kontur jalan bebatuan. Hal tersebut juga terkait penggunaan ban yang digunakannya, dimana sebagian besar motor café racer menggunakan ban bertipe dual purpose.

Fakta selanjutnya mengenai motor beraliran café racer adalah sebagian besar pemiliknya adalah pemain band dengan penampilan bergaya rock. Dengan demikian motor café racer banyak menggunakan cat berwarna hitam walau beberapa juga melaburi dengan pilihan warna lain seperti putih dan merah marun.

Fakta keenam mengenai motor beraliran café racer terlihat pada bentuk desain yang membulat di bagian depan dan belakang. Ini berkaitan dengan para rocker yang menginginkan akselerasi maksimal pada motor tunggannya agar membantu membelah angin saat mengejar waktu.

Hingga saat ini bagian paling unik dan masih digunakan terlihat pada penggunaan “buntut” tawon dibagian buritan. Beberapa manufaktur juga menaplikasikannya pada motor produskinya di era modern seperti Triumph Thruxton Café Racer, Ducati Café Racer dan beberapa motor lainnya yang berkiblat pada tren motor café racer.

Walau terlihat seperti motor balap, motor beraliran café racer juga tetap memperhatikan estetika keselamatan dan kenyamanan berkendara. Hampir semua motor beraliran ini tetap menggunakan lampu dibagian depan dan belakang, rem dan juga suspensi yang “empuk”. Atas dasar hal tersebut, tren motor café racer ini terus digemari hingga saat ini termasuk beberapa pabrikan motor baik di Eropa maupun Asia.

ANDHIKA KRESNA

latest updates

Lambretta Masuk Indonesia, Piaggio Indonesia Tak Masalah

JAKARTA, 23 Maret 2019 – Lambretta disebut-sebut akan segera kembali masuk Indonesia. Hal ini membuat pasar skuter di Tanag Air...

Tour of Indonesia: Berjibaku di Gunung Lawu

Yogyakarta, 20 Maret 2019. Tanpa terasa, Tour of Indonesia telah memasuki etape ketiga (20 Maret 2019). Pada hari ini kami akan menempuh jarak +/-...

Galeri Foto: Tour of Indonesia 2019

Bali, 23 Maret 2019 - Royal Enfield Indonesia menggelar perjalanan bertajuk Tour of Indonesia yang berlangsung mulai tanggal 18-23 Maret 2019. Ajang yang termasuk ke dalam kategori marquee...

Royal Enfield Himalayan Babat Jalur Daendles

TASIKMALAYA, 22 Maret 2018 -- Tour of Indonesia adalah sebuah perjalanan mengendarai Royal Enfield yang digagas oleh Royal Enfield Indonesia....

Piaggio dan Vespa Buka Diler Baru di Ciledug

CILEDUG, 21 Maret 2019 -- PT Piaggio Indonesia berkolaborasi dengan PT Anugerah Sinergi Pratama, membuka diler Piaggio Vespa di Ciledug,...