Beranda EDITOR'S PICKS Turing Tipis-Tipis ke Tanjung Lesung, Seperti Berkendara di Atas Awan

Turing Tipis-Tipis ke Tanjung Lesung, Seperti Berkendara di Atas Awan

TANJUNG LESUNG, 25 Desember 2019 – Liburan akhir tahun sudah tiba. Apakah Anda sudah punya daerah tujuan liburan? Nih, Motovaganza pada hari liburan kejepit 23 – 24 Desember kemarin main motoran, turing keluar kota tepatnya ke obyek wisata Tanjung Lesung, Propinsi Banten.

Pesertanya tidak banyak hanya tiga orang, tiga motor. Tadinya sih mestinya bertujuh, tapi empat lainnya membatalkan. Motor yang dipakai adalah Triumph Tiger 800 XCX yang dikendarai Bang Munawar Chalil, Triumph Street Twin dikendarai oleh Mas Yudi dan saya sendiri, Eka, menunggangi Kawasaki KLX 250.

Kami berangkat dari Joglo, Jakarta Barat dengan rute yang sudah ditentukan sebelumnya. Pada saat berangkat kami akan melewati wilayah Muncang, Perkampungan Baduy, Gunung Kencana dan tembusnya di Pasar Panimbang, Labuan, Banten. Kami sengaja tak memilih rute lewat jalan raya Rangkasbitung dan Pandeglang karena ingin mencoba rute baru dan ingin menikmati pemandangan.

Kalau lewat jalan besar Rangkasbitung, pasti pemandangannya nuansa kota dan mobil-mobil besar. Tapi jika  lewat Muncang, Baduy dan Gunung Kencana view yang kami dapat bisa lebih bagus, meskipun jalanannya kecil, mungkin juga jelek dan waktu tempuhnya lebih lama 50 menit. Versi Google Map.

Rute Berangkat: Jalan Raya

Kami jalan pukul 6.00 WIB pagi. Jalanan Joglo, Ciledug sampai BSD masih sepi sehingga tak kesulitan mencapai waktu tempuh yang lebih cepat. Kami sempat mampir sarapan pagi di sebuah warung kecil di daerah Parung Panjang. Setelah sarapan kami melanjutkan perjalanan menuju Pemandian Air Panas Alam Tirta Lebak Buana. Nah pada pukul 8.30 kami sudah sampai di sini.

Di sini kami sempat istirahat sebentar sambil ngeset arah Google Map menuju Tanjung Lesung. Google langsung mengarahkan perjalanan kami. Tak jauh dari Pemandian Air Panas kami belok kiri ke Jalan Muncang, posisinya tepat berada di Pasar Gajrug, Cipanas. Tujuan kami lewat Ciboleger lanjut ke Gunung Kencana.

Namun lepas Jalan Muncang, kami malah diarahkan belok ke kanan, bukan ke kiri. Kami tak sadar, ternyata kami kembali ke Jalan Jasinga sehingga tak lewat Ciboleger, Baduy Luar, Bojong Manik, Gunung Kencana dan tembus di Panimbang.

Gara-gara salah arah dari yang diinginkan, saya yang menunggangi Kawasaki KLX 250 kedodoran untuk mengimbangi kecepatan moge Triumph Tiger XCX yang berkapasitas 800 cc dan Street Twin yang berkapasitas 900 cc di jalan raya.

Baru kali itu saya naik motor trail KLX dengan kecepatan konsisten di atas 100 km/jam. Kadang tembus sampai 120 km/jam. Itu pun enggak ngejar juga. Mana pake ban tahu (off-road), bodinya jangkung lagi. Di atas kecepatan 90 km/jam, motor getar dan kurang stabil karena bukan pake ban aspal. Nyali ciut juga.

Tanjung Lesung Beach Hotel

Sampai di Pandeglang jam 12.00, kami makan siang dan istirahat rebahan. Puas istirahat, kami melanjutkan perjalanan pada jam13.30 langsung menuju Tanjung Lesung dengan titik tujuan di Tanjung Lesung Beach Hotel.

Baru sampai di hotel pada jam 15.10 dan hotel ini memang  langganan bagi para rider yang turing ke daerah Pantai Selatan. Hotelnya tertata dengan apik, bersih dan bernuansa alam. Bikin seger pengunjung.

Kami menginap di sebuah cottage indah berkamar dua, lengkap dengan dapur, ruang tamu, ruang makan. Sorenya kami  jalan-jalan di sekitaran pantai sambil menikmati sunset kecil di bar hotel di pinggir pantai. Jam 9 malam kami sudah tidur semua karena besoknya kami ingin menikmati sunrise dan juga harus riding lagi pagi-pagi untuk pulang ke Jakarta.

Untuk kembali ke Jakarta, kita sudah ngeset di Google Map rute-rute yang bakal dituju. Biar enggak salah rute lagi, kami kasih Add Stop di Map. Add Stop-nya adalah Kampung Baduy Luar, Pemandian Air Panas Alam Tirta, Parung Panjang dan Pom Bensin Joglo. Nah dari sini, Google Map akan secara pas mengarahkan jalur yang dilewati, enggak miss, sudah sesuai dengan yang diinginkan.

Berkendara di Atas Awan

Pagi jam 8.00 WIB sehabis sarapan di Tanjung Lesung Beach Hotel, kami sudah berangkat pulang. Mengikuti rute yang ditunjukkan Google Map. Ketika belok ke kanan dari Pasar Panimbang, kami sudah disuguhi pemandangan yang indah berupa bentangan sawah yang luas. Kami berjalan seperti membelah lautan sawah. Kami tak menyangka jalanan yang kami lewati sudah mulus, berupa jalanan beton dan cukup lebar untuk dua mobil. Jalanannya sepi pula.

Jalanan yang kami lewati berliku-liku dan mulus, sehingga menguntungkan saya yang naik Kawasaki KLX untuk bisa mengikuti kecepatan dua moge di depan. Tidak seperti kemarin ketika melewati Jalan Raya Rangkasbitung dan Pandeglang – Labuan yang lebar dan lurus, KLX yang saya bawa kedodoran terus.

Sesampainya di Jalan Raya Saketi – Malingping, saya tak menyangka jalanan sudah berubah jauh. Lebih lebar dan jalanan terbuat dari beton.  Begitu pun ketika masuk daerah Gunung Kencana, jalanannya beton, ada juga yang aspal dan lebar. Masuk daerah Baduy Luar juga begitu, lebar plus mulus. Memang di sepanjang rute yang kami tempuh ada beberapa jalanan rusak, tapi tak banyak. Itu pun hanya bolong-bolong di beberapa bagian.

Pokoknya rute jalan pulang sejak masuk Panimbang sampai Pasar Gajrug Cipanas, Muncang, bikin hati senang. Dari awal sampai akhir pemandangan di mana-mana. Apalagi ketika berkendara melewati  Gunung Kencana, Cirinten sampai Ciboleger, kami seperti mengendarai motor di atas awan. Karena jalanannya memang ada di punggung gunung. Di bagian kiri dan kanan kami lembah perbukitan.

Jangankan motor trail, motor bebek aja bisa ke sana karena jalanannya mulus. Mobil sedan juga bisa ke sana, tapi disarankan MPV dan SUV. Perjalanan turing kami cakep bener, dan kami harus mengulangnya kembali suatu saat nanti.

Mau tahu rute kami ke Tanjung Lesung? Ini dia:

Rute berangkat: Joglo – BSD – Parung Panjang – Argapura – Jasinga – Muncang  – Karian – Rangkasbitung – Pandeglang – Labuan – Tanjung Lesung.

Rute Pulang (Pakai Google Map + Add Stop): Tanjung Lesung + Add Stop Jl. Raya Teluk Lada + Add Stop Tourism Village Baduy + Add Stop Jasinga + Add Stop Parung Panjang + Add Stop  Pom Bensin Joglo.

EKA ZULKARNAIN

Video Terbaru Youtube The Official Oto