Beranda TEST RIDE Tour of Indonesia Terjebak Macet Hingga Lalui Jalur Persawahan

Tour of Indonesia Terjebak Macet Hingga Lalui Jalur Persawahan

Jakarta, 27 Maret 2019 – Royal Enfield of Indonesia yang berlangsung dari 18-23 Maret memasuki hari terakhir. Total 20 rider yang terdiri dari influencer, jurnalis, dan peserta turing dari Indonesia, India, dan Singapura, akan bertolak dari Hotel Utama Raya, Paiton, menuju Canggu, Bali.

Pada etape ini, kami melintasi jalanan ramai yang merupakan jalur urat nadi perekonomian, mulai dari Paiton, hingga pelabuhan penyeberangan Ketapang, Banyuwangi. Jika ditotal, perjalanan hanya menempuh +/- 260 km saja.

Kesannya membosankan, apalagi sesi paling epic dari perjalanan Royal Enfield Tour of Indonesia telah terjadi pada etape keempat dari Malang ke Paiton. Namun, perjalanan masih menyisakan kejutan-kejutan kecil, di antaranya jalur yang dipadati bis dan truk yang menggugah adrenalin, hingga jalur sepi di wilayah Taman Nasional Baluran.

Gerombolan monyet berekor panjang, atau dengan nama latin macaca fascicularis yang berbaris di pinggir jalan, seolah menyambut deretan Royal Enfield menuju Ketapang. Wilayah jalanan di sekitar Taman Nasional Baluran memang merupakan rumah dari monyet-monyet berekor panjang. Bahkan menurut beberapa informasi dari media, disebut bahwa monyet-monyet tersebut sudah mengalami over populasi. Pantas saja, begitu banyak macaca fascicularis yang terlihat.

Setibanya kami di wilayah Ketapang, rombongan rehat dan menunaikan ibadah solat Jumat. Selepas beribadah, iring-iringan Royal Enfield Tour of Indonesia berbaris rapih untuk memasuki kapal ferry yang akan menyeberangkan kami ke Bali.

Setelah bersandar di pelabuhan Gilimanuk, Bali, barisan Royal Enfield dari komunitas Royal Rider Bali (RORI BALI) menyambut untuk menemani perjalanan menuju wilayah Canggu. Rute yang diambil adalah menuju Negare mengarah ke Denpasar. Malang tidak dapat ditolak, kami terjebak macet di wilayah Tabanan akibat proses evakuasi truk yang masuk jurang.

Beruntung rombongan RORI Bali mengetahui jalan pintas mengitari lokasi kejadian. Sayangnya, jalur tersebut cukup “mengerikan karena melalui pematang sawah sebelum ditutup dengan tanjakan cukup terjal. Hujan yang turun membuat kami harus ekstra hati-hati. Terbukti, salah seorang dari rombongan kami terjatuh di jalur ini.

Lepas dari hambatan itu, rombongan dengan leluasa menuju kawasan Canggu di Kuta Utara. Akhirnya selesai sudah pejalanan selama 5 hari dari Jakarta menuju Bali. Sebuah perjalanan yang sukses dan tanpa adangan berarti.  Perjalanan sejauh +/- 1.400 km ini pula menjadi bukti bahwa Royal Enfield Himalayan merupakan teman yang tangguh dan menyenangkan untuk perjalanan jarak jauh.

MOTOVAGANZA

 

latest updates

YAHM Edukasi Keselamatan Berkendara Siswa SMK di Student Camp 2019

BANDUNG, 24 April 2019 -- Yayasan Astra Honda Motor (YAHM) memperkaya kompetensi siswa Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) di Jawa Barat...

Lambretta V-Special Dibanderol Mulai Rp 44,5 Juta

JAKARTA, 24 April 2019 – Selain memastikan kehadirannya di Indonesia, PT Skuter Motor Indonesia (SMI) sebagai distributor Lambretta langsung memboyong...

Lambretta Resmi Hadir di Indonesia, Boyong 2 Model V-Special

JAKARTA, 23 April 2019 – Lambretta, salah satu nama besar di dunia skuter akhirnya resmi hadir di Indonesia. PT Skuter...

BMW G 310 GS Adventure, Ini Spesifikasi Lengkapnya

JAKARTA, 23 April 2019 – PT Maxindo Moto Nusantara (MMN) sebagai Agen Pemegang Merk BMW Motorrad di Indonesia memperkenalkan satu...

Royal Riders Indonesia Lestarikan Terumbu Karang di Ujung Genteng

JAKARTA, 23 April 2019 -- Komunitas pecinta motor Royal Enfield, Royal Riders Indonesia (RORI) menggelar touring dengan tema Eco Ride,...