Beranda TEST RIDE TEST RIDE: Viar Cross X 200 ES Seren Taun ke Ciptagelar

TEST RIDE: Viar Cross X 200 ES Seren Taun ke Ciptagelar

PELABUHANRATU, 16 September 2018 – Nah sekarang saya akan menceritakan bagaimana rasanya riding Viar Cross X 200 ES sejauh lebih 400 km dari Jakarta menuju Kasepuhan Ciptagelar, Kecamatan Cisolok, Pelabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Kasepuhan ini terletak kaki Gunung Halimun Salak, sekitar 40 km dari kota Pelabuhanratu ke arah utara.

motovaganza award

Kebetulan di Ciptagelar sedang diselenggarakan pesta adat Seren Taun yang merupakan upacara adat panen padi masyarakat Sunda yang diadakan setiap tahun. Selain itu Seren Taun juga diselenggarakan untuk memanjatkan rasa syukur kepada Yang Maha Kuasa atas seluruh rejeki hasil bumi yang dilimpahkan kepada kelompok masyarakat agraris ini.

Acara ini selalu menarik perhatian dan dihadiri oleh ribuan orang dari kampung-kampung sekitar bahkan wisatawan lokal maupun mancanegara. Lokasi Kasepuhan yang tersebar di Sukabumi dan Banten itu terletak di kaki Gunung Halimun dan untuk mencapai ke sana Anda harus melewati jalanan aspal berliku dengan tanjakan terjal dan turunan curam. Selain itu harus menempuh jalanan aspal rusak berat dan batu perkerasan. Tapi bagi para adventurer, justru medan seperti inilah yang dicari selain karena adat-istiadat dan kebudayaan masyarakat setempat.

Perjalanan saya ke Ciptagelar saya mulai dari daerah Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan dengan melewati Parung – Leuwiliang – Perkebunan Teh Cianten – Halimun Salak – Cipeuteuy – Parung Kuda – Cikidang – Pelabuhan Ratu – Kasepuhan Sinar Resmi – lantas finish di Ciptagelar.

Dari Leuwiliang sampai Cipeuteuy melewati Perkebunan Teh Cianten dan Kaki Gunung Salak dengan permukaan jalan seluruhnya aspal, di mana beberapa bagian jalan rusak berat. Layout jalanan sempit, berkelok, sarat dengan tikungan tajam, tanjakan terjal serta turunan curam. Begitu juga ketika melewati daerah Cikidang, Sukabumi, tapi jalanannya lebih lebar.

Bagi saya yang terbiasa membawa Kawasaki KLX 150 S sebagai motor andalan, mesin 1 silinder 4 langkah, 2 katup SOHC 200 CC karburator yang diadopsi Viar 200 ES sangat bertenaga. Mesin tersebut menghasilkan 17 tenaga kuda pada 8500 rpm dan torsi 15 Nm pada 7000 rpm. Bandingkan sama Kawasaki yang 11 hp pada 8000 rpm dan torsi 12 Nm, tapi kan yang Kawasaki cuma 150 cc.

Viar santai saja melahap tanjakan aspal di Halimun Salak, Cipeuteuy dan Cikidang. Bahkan saya pakai gigi 3 dan gigi 4 untuk meladeni beberapa tanjakan sehingga tak perlu pindah ke gigi rendah ketika dipacu dari bawah. Tenaga dan torsinya berlimpah, motor pun motor menjadi agresif. Padet di semua putaran, merata. Namun memang gigi satunya lebih pendek, harus cepat pindah ke gigi dua, karena memang dibutuhkan untuk memberikan dorongan besar di putaran bawah.

Kemudinya enteng, bobot motornya tergolong ringan sehingga memberikan sumbangan terhadap handling. Menurut saya, handling motor baik dan stabil baik pada saat berakselerasi atau pun menikung di ragam belokan. Bahkan meski ini motor trail, Cross X 200 ES enak banget diajak membelok secara obyektif. Waktu masuk tikungan S atau double S yang biasa ditemukan di jalanan luar kota, tinggal kasih rem sedikit, kurangi gas, selaraskan setang motor dan beri sedikit bobot ke samping kiri atau pun kanan. Viar terasa nurut dan handle bar secara obyektif ngebaca input dari rider. Viar motor yang cukup nurut meski posturnya jangkung.

Waktu saya kendarai sambil berdiri, riding motor stabil baik ketika dengan posisi berdiri tegak maupun mencondongkan badan ke depan. Ketika terjadi perubahan elevasi tanah pada saat menanjak, motor juga terasa tetap stabil dalam posisi pengendaraan berdiri. Memang suspensinya terasa lebih keras ketika menemui permukaan jalan tidak rata, namun Anda bisa merasakan kestabilannya ketika melewati jalanan tanah.

Pada waktu Anda melewati jalanan berbatu perkerasan, harus ekstra hati-hati. Permainan gas harus dibuat linear (diurut) jangan disentak karena torsinya besar, motor Anda bisa melompat-lompat di atas batu dan bisa berbahaya. Tapi ground clearance-nya yang tinggi membuat Anda pede melompat-lompat di bebatuan atau pun di atas tanah. Di medan tanjakan berbatu saya banyak menggunakan gigi dua dan terkadang gigi 3 dengan tenaga diurut sehingga lompatan motor bisa dikurangi, begitu juga guncangan dari suspensi.  Suspensinya memang agak keras sehingga membuat sedikit kurang nyaman di medan berbatu, namun di medan tanah justru ini motor bikin yummy.

Mengenai pemakaian bahan bakar, Viar Cross X 200 ES lumayan boros karena bukaan klepnya dibuat lebih besar untuk mendapatkan tenaga dan torsi yang besar. Secara keseluruhan, performanya oke di segala medan. Ada rasa menyenangkan ketika sampai di tempat tujuan.

EKA ZULKARNAIN