Beranda TEST RIDE Test Ride All New Honda PCX Hybrid

Test Ride All New Honda PCX Hybrid

Performanya lebih ‘nonjok’ ketimbang varian standar.

JAKARTA, 18 Juli 2018 — PT Astra Honda Motor (AHM) secara resmi mulai memasarkan All New Honda PCX Hybrid yang sudah lama dinanti penggemar skutik berteknologi canggih. Skutik premium Honda ini dipasarkan dengan harga Rp 40.300.000 (on the road  DKI Jakarta), dan Motovaganza berkesempatan mengujinya di area JIExpo, Kemayoran, Jakarta. Sebelum membahas tentang performa, pengendalian dan pengendaraannya, kami akan memulai ulasan test ride ini dengan membandingkan PCX standar dengan Hybrid.

Jika dibandingkan dengan PCX 150 buatan lokal, PCX Hybrid memiliki bobot 136 kg atau lebih berat 4 kg dari model standar (131-132 kg). Perbedaan lainnya adalah pemakaian warna All New Honda PCX Hybrid tampil elegan dengan warna Hybrid Blue dan penyematan logo hybrid di setiap sisi bodi. PCX Hybrid juga telah dilengkapi fitur full digital panel meter dengan tampilan lebih informatif melalui fitur riding mode, level pengisian baterai dan indikator baterai lithium.

Selain itu, All New Honda PCX Hybrid juga terlihat semakin canggih dengan disematkannya mode berkendara yang terletakan di sebelah kiri setang. Mode ini memiliki tiga pilihan berkendara sesuai dengan kebutuhan pengendara yakni Drive Mode, Sport Mode dan Idling Mode. Mode D atau Drive Mode dimana pengendara dapat merasakan performa bertenaga namun hemat bahan bakar yang merupakan mode standar saat pertama kali motor dinyalakan. Mode S atau Sport Mode untuk pengendara yang ingin merasakan akselerasi yang lebih responsif dibandingkan mode D. Mode ketiga sama dengan mode D, namun fitur Idling Stop System (ISS) tidak berfungsi.

Di sektor kaki-kaki, tidak ada perbedaan antara PCX standar dengan PCX Hybrid. Keduanya menggunakan garpu depan teleskopik, rangka double cradle, dan suspensi belakang model twin. Sementara ban depan menggunakan ukuran 100/80/14 M/C tipe tubeless. Lalu ukuran ban depannya 120/70-14 M/C tanpa ban dalam. Sebagai penghenti laju, di depan digunakan cakram depan dilengkapi fitur Anti-Lock Braking System (ABS). Di bagian belakang menggunakan cakram.

Untuk menunjungan kenyaman pengendara, model ini dilengkapi dengan DC socket untuk power charger yang terletak pada konsol box sisi depan serta Honda Smart Key System baru yang terintegrasi dengan alarm anti maling dan Answer Back System.

Pengujian

Kini tiba saatnya untuk pengujian. Setelah menggunakan perlengkapan keselamatan berkendara, saya mulai menaiki motor dengan dimensi (panjang x lebar x tinggi) 1.923 mm x 745 mm x1.107 mm. Posisi duduk dan berkendara terasa sama dengan PCX standar, karena tinggi jok (764 mm) dan ground clearance (137 mm) memang tidak mengalami perubahan. Begitu pula dengan jarak sumbu rodanya yang mencapai 1.313 mm. Artinya, kaki rider bertinggi badan 170an akan menapak mantap di aspal.

Ada perbedaan mendasar antara tujuan aplikasi motor listrik di PCX Hybrid. Jika pada kendaraan hybrid pada umumnya, imbuhan motor listrik lebih bertujuan untuk menghemat bahan bakar. Nah pada PCX Hybrid, aplikasi motor listrik bertujuan untuk memberikan tonjokan torsi dan tenaga pada kondisi berkendara stop and go. Begitu bukaan gas diputar mendadak/snapping, akan ada semacam tonjokan ekstra sebanyak tiga detik.

Menggunakan Smart Key System, kita tidak perlu lagi kunci untuk menyalakan mesin. Cukup putar tuas menuju on lalu tekan tombol start, maka motor akan menyala sempurna. Selanjutnya saya memilih mode standar sebagai permulaan. Proses pemilihan mode mudah saja. Tinggal menekan tombol serupa tombol pas light di sebelah kiri setang.

Saat berada di mode Standar, tonjokan torsi telah cukup berasa ketika gas diputar. Seperti halnya motor matik khas Honda, limpahan tenaga dan torsi dari mesin terasa halus. Posisi riding tegak, dan nyaman. Sama seperti PCX standar. Kemampuan manuver motor ini pun layak diacungi jempol. Tidak sulit bagi kami menekuknya di arena slalom yang disediakan oleh AHM. Kekuatan pengereman juga terbilang baik.

Pada mode D, rasa berkendara juga halus. Terasa tarikan motor lebih bertenaga begitu gas diputar. Namun, tonjokan torsi amat terasa ketika kita memilih mode S. Tambahan torsi terjadi saat motor assist pada ACG (alternating current generator) mulai bekerja sejak putaran bawah.

Jika digabungkan dengan torsi yang dihasilkan mesin, maka total torsinya mencapai 17,5 Nm. Angka yang cukup besar jika dibandingkan dengan PCX standar yang memiliki torsi sebesar 13,2 Nm saja. Engine assist tourqe dapat meningkatkan torsi mesin maksimal sampai 20-30 persen. Assist ini beroperasi 3 detik sampai mendapatkan torsi maksimal. Bekerja berdasarkan sudut bukaan gas.

All New Honda PCX Hybrid dilengkapi dengan Enchanced Smart Power (eSP) teknologi minim gesekan, efisiensi pendingan dan transmisi yang menghadirkan performa mesin terbaik. Kenyamanan berkendara yang menyenangkan dapat pula dirasakan dengan penyematan ban yang lebih lebar yakni 100/80-14 untuk ban depan dan 120/70-14 untuk ukuran ban bagian belakang dan desain velg terbaru.

Tidak hanya memberikan tonjokan tenaga dan torsi lebih baik, dari segi konsumsi bahan bakar, Honda mengklaim motor ini lebih hemat 2-3% jika dibandingkan dengan PCX standar. Ini tentu akan sangat membantu jika digunakan sehari-hari.

Kelemahannya ada pada ground clearance motor ini. Ketika menikung tajam, standar selalu beradu dengan permukaan jalan. Selain itu, Anda harus menggelontorkan Rp 7.000.000 untuk mengganti baterai motor ini setelah delapan tahun pemakaian. Selain itu, penghematan konsumsi bahan bakar yang mencapai 2-3% saja sebaiknya ditingkatkan sehingga manfaat teknologi hybrid lebih maksimal.

REZA ERLANGGA

Comments