Beranda TEST RIDE Suzuki Nex Gen II Skutik Kecil yang Lincah

Suzuki Nex Gen II Skutik Kecil yang Lincah

JAKARTA, 13 Juli 2018- PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) telah memperkenalkan Suzuki Nex Gen II skutik murah namun trendi. Motor yang cukup fungsional dalam menunjang mobilitas sehari-hari para pengguna di dalam kota. Motor ini diperkenalkan sejak IIMS 2018 pada bulan April lalu. Kini para awak media termasuk Motovaganza diajak untuk mencicipinya dengan rute Jakarta-Tangerang.

Perjalanan dimulai dari Kemang, Jakarta Selatan. Saat pertama kali dihadapkan dengan Suzuki Nex Gen II ini, saya melihat sosoknya yang keren terutama pada warna biru doff miliknya. Namun, yang saya gunakan adalah tipe Premium dengan kelir hitam dan aksen LED pada bodi.

Impresi pertama saat menduduki motor tersebut dengan tinggi saya 176cm, saya rasa posisi duduk masih cukup ideal hanya dibagian pantat saja saya merasa lebih kecil. Kemudian untuk ruang kaki masih terasa leluasa bagi saya untuk bergerak dan menaruh barang ditengahnya.

Instrument cluster dibuat sederhana dengan jarum penunjuk. Meski desainnya tak mewah, namun memberi informasi akurat terkait kecepatan laju kendaraan dan isi bahan bakar yang tersisa di tangki.

Motor tidak terlihat seperti motor murahan, tapi cukup berkelas jika diajak berjalan di tengah kota. Tepat pukul 10.00 WIB, kami memulai perjalanan untuk menuju titik point pertama di Tangerang. Rute yang dilewati adalah Antasari kemudian Simatupang dan berjanjut melalui area pondok cabe serta pamulang.

Daerah yang sangat padat ini membuat saya bisa lebih merasakan kemudahan motor untuk diajak meliuk-liuk atau bermanuver di tengah padatnya jalur pondok cabe. Bagian paling menarik adalah setang yang didesain pas untuk pengendara orang Asia. Berkendara pun sangat santai dan menjaga posisi badan agar tetap rileks saat membelah jalan Ibukota.

Suspensi Suzuki Nex II sanggup menopang bobot pengendara sampai 90 Kilogram dan bodi tidak amblas. Peredam yang didesain agak kaku tersebut terbukti lebih stabil ketika motor diajak bermanuver ke kiri atau kanan dengan kecepatan sedang 40-50 km per jam. Kekurangannya pada saat melibas jalan rusak dan bergelomang yang menimbulkan efek mentul-mentul.

Nex II masih menggunakan mesin 115cc berteknologi SEP (Suzuki Eco Performance). Tapi produsen mengklaim mesin kali ini sudah mengalami penyempurnaan dari generasi sebelumnya.

Untuk membukti performa mesinnya saat diajak berakselerasi, bersama rombongan saya menjajal motor tersebut menyusuri jalan sepi sehingga tak sungkan untuk memutar selongsong gas sampai mentok.

Agak sedikit kecewa karena mesin tidak bisa meladeni keinginan. Terdengar suara raungan mesin, namun motor tidak melesat cepat. Ini saya bandingkan dengan produk sekelas buatan kompetitor. Bisa dibilang kemampuan mesin Nex II lebih lemah dari pesaingnya.

Sedangkan untuk efisiensi BBM, PT SIS motor cuma membutuhkan satu liter bahan bakar untuk menempuh jarak 49 km dari Kemang menuju Serpong. Hasil tersebut perjalanan dalam kota, bagaimana dengan perjalanan ke luar kota? Harusnya lebih efisien.  Oleh karena itu menurut Motovaganza mesin miliknya sudah cukup memuaskan konsumen yang ingin mengendarai motor skutik santai berkeliling kota.

VALDO PRAHARA