Beranda EDITOR'S PICKS Test Ride Honda Genio, Motor Harian yang Gesit

Test Ride Honda Genio, Motor Harian yang Gesit

JAKARTA, 6 Desember 2019 – Pasar motor matik yang terus berkembang membuat PT Astra Honda Motor (AHM) melengkapi jajaran skutiknya dengan meluncurkan Honda Genio. Kehadiran motor ini kian mengukuhkan dominasi Honda di segmen motor matik 110 cc di Tanah Air.

Honda Genio melengkapi line-up motor matik Honda yang diisi Honda BeAT, Honda Scoopy, Honda Vario, SH150i, Honda PCX, Honda Forza, dan Honda ADV 150. Secara positioning, Genio berada di antara Honda BeAT dan Scoopy. Ketiga model ini sebenarnya sama-sama menyasar anak muda millennial kekinian, perbedaannya terlihat dari sisi desain dan kelengkapan fiturnya.

Identitas Honda Genio ditandai dari desainnya yang kasual dan kekinian, bodinya yang compact, serta didukung teknologi dan fitur terkini. Skutik ini juga dibekali mesin generasi terbaru eSP 110cc yang hemat bahan bakar, didukung penggunaan rangka baru yang disebut Honda sebagai enhanced Smart Architecture Frame (eSAF).

Inilah poin penting pertama yang menjadi highlight Honda Genio. Teknologi frame baru Honda yang diimplementasikan pertama di Indonesia ini membuat Honda Genio lebih ringan, lincah, dan nyaman dikendarai.

Benarkah? Motovaganza mendapat kesempatan menjajal motor ini:

Riding Position

Tampilan Honda Genio sangat cocok dengan selera anak muda masa kini. Desainnya simpel dengan postur yang compact. Honda Genio memiliki tinggi jok 740 mm, sama persis seperti jok BeAT, atau sekitar 4 mm lebih rendah dibandingkan Scoopy. Ketinggian jok ini membuat saya yang memiliki postur 171 cm tidak memiliki masalah. Kedua kaki jejeg ke tanah dengan sempurna.

Posisi berkendaranya khas matik Honda, commanding dengan tinggi setang yang pas tidak terlalu tinggi dan juga tidak terlalu rendah. Pas buat saya. Step floor juga luas sehingga nyaman. Penilaian saya, mirip-mirip dengan BeAT Street dan Honda Scoopy. Genio juga memiliki setang lebar seperti pada BeAT Street dan Scoopy.

Posisi duduk dan posisi setang, membuat handling Honda Genio lebih mudah dilakukan. Meski buat saya sedikit terasa ringan tapi Genio sangat asik buat selap-selip. Saya bisa meliuk-liukan di kemacetan atau melaju di gang sempit dengan mudah.

Rangka Baru

Seperti disinggung di atas, Honda Genio menggunakan teknologi rangka baru yang disebut eSAF (Enhanced Smart Architecture Frame). Rangka atau frame yang diproduksi di pabrik AHM 3 di MM2100 Cikarang ini lebih ringan dan rigid.

Jika sebelumnya Honda matik seperti BeAT, Scoopy, atau Vario menggunakan rangka dari pipa, Honda Genio mengadopsi Stamped Frame yang menggunakan dua buat sheet metal.

“Jadi kita menggunakan lempengan baja, yang di-press menggunakan stamped machine berkuatan 1.200 ton, membentuk bagian-bagian rangka. Setelah itu, bagian-bagian ini disatukan dengan laser welding menjadi satu kesatuan,” kata GM Plant AHM Cikarang Dodi Sutriadi saat Motovaganza berkunjung ke pabrik tersebut beberapa waktu lalu.

Hasilnya pembuatan lebih cepat, lebih presisi, lebih kuat namun rangka lebih ringan dari 15 kg menjadi hanya 11 kg. Selain itu, stabilitas handling dapat meningkat, mudah dikendarai, ringan, dan nyaman saat bermanuver.

Selain itu, rangka eSAF juga mampu memberi pemanfaatan ruang, sehingga kapasitas luas bagasi meningkat menjadi 14 liter dan kapasitas tangki bahan bakar 4,2 L pada Honda Genio.

Sementara untuk suspensi, Genio menggunakan suspensi yang sama persis seperti BeAT. Bagian depannya cukup empuk sementara bagian belakang pas, tidak keras dan juga tidak terlalu empuk.

Performa Mesin

Honda Genio menggunakan mesin 4 langkah SOHC eSP PGM-FI (Programmed Fuel Injection). Ketika dihidupkan, suaranya halus. Di atas kertas, mesin ini 110 cc ini menghasilkan tenaga 9 PS (8,8 hp) pada putaran mesin 7.500 rpm dan torsi maksimum mencapai 9,3 Nm di putaran 5.500 rpm. Akselerasi skutik baru ini (0-200 meter) mampu hanya dalam 12,4 detik. Kecepatan maksimalnya mampu menyentuh 94 km/jam.

Buat saya, Genio punya keunggulan dalam ‘bermain’ di jarak jauh. Karena nafasnya yang panjang, Genio bisa bermain di putaran atas. Menghadapi jalanan lurus dan panjang atau menanjak, motor ini bisa diandalkan.

Untuk perjalanan dalam kota, saya nilai tarikan awal Genio tidak ada masalah. Toh, ketika bertemu jalanan macet macam jalan protokol seperti Sudirman Thamrin atau Jalan Arteri Pondok Indah, Anda juga nggak bisa ngebut. Anda tak membutuhkan hentakan mesin di putaran rendah.

Setingan ini juga membantu urusan konsumsi BBM. Genio punya konsumsi bahan bakar 59,1 km per liter. Baik ketika menggunakannya di Jakarta atau saat menjajal ke Bogor Tenjolaya Park, bensin yang sudah full tank 4,2 liter hanya berkurang setengah.

Fitur Unggulan

Soal fitur dan akomodasi, Honda Genio tak kalah lengkap dibandingkan BeAT dan Scoopy. Teknologi lampu depan Honda Genio sudah menggunakan LED, dipadu lampu belakang stylish, serta lampu sein terpisah di bagian cover bodi. Panel meter digital menyajikan berbagai informasi termasuk penunjuk kecepatan, odometer, bahan bakar, dan indikator ECO.

Slot penyimpanan bagian kanan dan kiri (inner rack) cukup dalam, bagian kiri bahkan cukup memuat satu botol air mineral, dan kanan cukup untuk menyimpan receh atau sarung tangan. Kemudian di tengah ada hook yang bisa digunakan menggantung plastik.

Bagasi U-Box sebesar 14 liter mampu menyimpan jaket, jas hujan, maupun sarung tangan sekaligus yang muat di dalamnya. Di dalam bagasi juga disiapkan power charger untuk mengisi ulang baterai gadget yang sangat penting bagi generasi muda masa kini untuk tetap eksis dengan gawainya.

Kesimpulan

PT Astra Honda Motor menawarkan dua varian Honda Genio yaitu tipe CBS yang dijual Rp 17,2 juta dan tipe CBS ISS (Idling Stop System) yang dibanderol Rp 17,7 juta. Sedikit lebih mahal dari BeAT namun lebih murah dari Scoopy.

Dari hasil tes selama 3 hari, menurut saya Genio layak dipertimbangkan sebagai moda transportasi harian. Tampilannya fresh, desain compact sehingga gampang ditekak-tekuk saat menghadapi jalanan padat.

Mesin eSP barunya punya kemampuan yang bisa diandalkan, lebih lincah dan ringan, sementara konsumsi bahan bakar irit. Fiturnya dan akomodasinya cukup lengkap, sementara harga masuk akal.

Nah, bagaimana pendapat Anda?

RAJU FEBRIAN

Video Terbaru Youtube The Official Oto

Last Updates

TVS NTorq 125 cc Punya Fitur Teknologi Konektivitas

NEW DELHI, Motovaganza – Berbagai teknologi baru disematkan pabrikan sebagai modal untuk bersaing. Strategi yang juga dilakukan TVS lewat produk unggulannya, NTorq 125. Model...

Dibanderol Rp 500 Juta, Superbike Listik Damon Hypersport Ludes Terjual

TORONTO, Motovaganza.com – Tren kendaraan listrik tak hanya melanda roda empat alias motor. Di segmen roda dua atau motor hal sama terjadi. Buktinya produksi...

Kawasaki Z900 MY 2020 Resmi Dijual, Harga Naik Cuma Rp 15 Juta

JAKARTA, Motovaganza.com --  Tak ada helamat, hanya lewat rilis, Kawasaki Indonesia mengumumkan kehadiran Kawasaki Z900 Model Year 2020. Edisi terbaru ini hadir dengan berbagai...

Triumph Street Triple R Dapat Update, Dijual Lebih Murah

LONDON, Motovaganza.com – Ada yang unik dari keluarnya Triumph Street Triple R edisi 2020. Model terbaru 765R, menyusul 765RS yang meluncur tahun lalu, mendapat...

Beli Motor di Astra Auto Fest 2020 Ada Potongan Tiap Bulan

JAKARTA, Motoaganza.com – PT Astra International bakal menggelar Astra Auto Fest 2020 akhir pekan depan. Tak hanya yang mencari mobil baru, mereka yang ingin...