Beranda BLOGS Takut Touring karena Virus Corona? Ini 5 Tips Mengantisipasinya

Takut Touring karena Virus Corona? Ini 5 Tips Mengantisipasinya

JAKARTA, Motovaganza.com Wabah virus corona membuat banyak orang khawatir. Pemerintah juga sudah mengeluarkan himbauan seperti menghindari tempat keramaian atau mengurangi bepergian jika memang tidak terlalu penting. Tapi bagaimana jika Anda penggemar perjalanan? Atau suka touring dengan sepeda motor? Tentunya Anda harus langkah-langkah persiapan yang bisa dilakukan untuk meminimalisir resiko terkena virus COVID-19.

Penyebaran wabah ini memang menakutkan. Pemerintah Indonesia mengumumkan 35 kasus baru virus corona Covid-19 pada Jumat (13/3/2020). Pengumuman ini disampaikan oleh Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Corona Achmad Yurianto di dalam konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan. “Data yang saya berikan adalah hasil tracing yang dilaksanakan sejak dua hari lalu ya, sejak kami merilis 34 (pasien positif Covid-19) hingga tadi (Jumat) siang,” kata Yuri.

Dengan bertambahnya kasus baru tersebut, total kasus virus corona Covid-19 di Indonesia menjadi berjumlah 69 orang. Dari jumlah yang telah dikonfirmasi di Indonesia, 4 orang sudah dinyatakan meninggal dunia. Adapun kasus pasien meninggal dunia akibat virus corona di Indonesia pertama kali diumumkan pada 11 Maret lalu.

Nah, jika Anda melakukan touring persiapkan diri Anda dengan baik. Ini 5 tips yang bisa dilakukan:

1. Pastikan Kondisi Tubuh

Pertama jelas, pastikan kondisi tubuh dalam keadaan sehat. Ini penting mengingat Anda bakal melakukan perjalanan di udara bebas bersama sepeda motor. Selaras dengan anjuran Kemenkes RI untuk mencegah COVID-19, salah satunya mengonsumsi gizi seimbang. Disarankan juga memperbanyak sayuran, buah, dan minum air putih.

Dapat pula ditunjang dengan memanfaatkan vitamin atau bumbu dapur seperti bawang putih. Keluarga allium itu memiliki kandungan zat allicin untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh. Antioksidan yang dimiliki dapat membunuh berbagai macam kuman penyebab penyakit umum seperti flu, batuk dan pilek. Tak cuma itu, bawang putih pun punya manfaat lain: mampu mengurangi kadar kolesterol dalam darah, risiko penyakit jantung dan stroke serta menjaga kesehatan otak.

2. Istirahat Cukup

Selain makanan, disarakan juga untuk berolahraga dan istirahat cukup. Olahraga juga harus ditunjang waktu tidur ideal, 7-8 jam. Dikutip dari Liputan6, selama tidur tubuh bakal mengeluarkan senyawa bernama sitokin. Senyawa ini memiliki efek perlindungan pada sistem kekebalan tubuh dan membantu melawan terjadinya peradangan maupun infeksi.

Jangan sampai kurang tidur, terlebih bila agenda touring Anda dilakukan keesokan harinya. Sudah pasti Anda tidak disarankan bergadang. Selain tidak merasa fit, Anda rentan terserang penyakit dan kantuk. Berbahaya karena mengurangi konsentrasi berkendara.

3. Perlengkapan Riding

Menggunakan perlengkapan riding yang tepat bisa jadi upaya pencegahan. Selain jaket, Anda wajib memakai sarung tangan model full finger glove. Bukan cuma melindungi jemari dari panas dan dingin, ini juga bertujuan menghindari kemungkinan bagian tubuh itu terkontaminasi bakteri maupun virus di jalan.

Masih merujuk saran Kemenkes, kita mesti sering mencuci tangan dengan sabun. Saat rehat di perjalanan, baiknya Anda cuci tangan secara menyeluruh dari air yang mengalir. Atau dapat pula menggunakan hand sanitizer. Sebaiknya, item satu ini masuk dalam daftar pelengkapan untuk perjalanan Anda. Oh ya, minimalisir juga menyentuh muka dengan tangan ya!

4. Selalu Jaga Kebersihan

Pemakaian helm full face wajib buat aktivitas ini, karena punya sistem keselamatan lebih baik ketimbang pelindung jenis half face. Namun kebersihannya tetap harus dijaga. Sehari sebelum riding, coba bawa ke tempat khusus perawatan helm. Biasanya ada beberapa penawaran seperti cuci basah dan cuci kering.

“Kalau cuci basah itu semua bagian helm dicuci menggunakan sabun khusus. Mulai dari luar hingga ventilasi. Lalu untuk bagian dalam ada tiga yaitu check pad, crown pad dan neck roll. Ini penting karena tiga komponen itu terbuat dari busa yang pasti terkena keringat,” kata Arief Rakhmat Budiman dari Prime Gears saat dihubungi Jumat (13/3/2020) kemarin.

Setelah itu, setiap bagian interior itu dikeringkan dengan menggunakan alat pengering. Dan, terakhir disempotkan cairan anti bakterial. Kepada OTO dijelaskan tahapan akhir ini sama seperti terapan pada cuci kering. “Bedanya kami menggunakan cairan penghilang bau saja di dalam,” sahut Arief selaku Sales & Distributor Manager dari distributor helm Arai di Indonesia itu.

5. Jaga Helm Tetap Kering

Lantas, adakah perawatan khusus untuk helm dalam perjalanan? “Saat istirahat, taruh helm di tempat kering dengan kondisi visor terbuka. Tujuannya adalah mengeluarkan udara dari dalam helm dan mengeringkan interior helm yang lembab.

Sebelum itu, tidak ada salahnya membersihkan dulu bagian luar dengan lap microfiber, termasuk ventilasi. Kalau lumayan kotor boleh gunakan tissue basah. Tapi khusus visor, cukup cuci dengan air bersih saja. Saran kami sebaiknya pakai balaclava lagi. Selain mencegah keringat bersentuhan langsung dengan busa helm, tujuannya juga bisa melindungi hidung dan mulut pemotor terpapar langsung bakteri dari luar,” terangnya kepada kami.

Terakhir tentu mengenai destinasi. Kita tahu, ada anjuran untuk menghindari keramaian untuk mengurangi risiko terkena corona. Dengan menggunakan motor harusnya titik tujuan Anda lebih fleksibel. Mengarahkan tempat yang sepi atau mungkin belum banyak didatangi orang bisa mengurangi risiko terpapar virus. Jangan lupa untuk istirahat setiap 2 jam perjalanan dan minum air putih cukup agar tubuh tak alami dehidrasi.

Sumber: Kemenkes, Liputan6
Foto: ultimatemotorcycling, rideapart

Baca Juga: Pandemi Corona Meluas, Ini Tips Antisipasinya Bagi Pemotor

ARY DWINOVIANSYAH | RAJU FEBRIAN

Video Terbaru Youtube The Official Oto