Beranda EDITOR'S PICKS Susahnya Mencari Lahan Parkir di London (Bagian pertama dari 3 tulisan)

Susahnya Mencari Lahan Parkir di London (Bagian pertama dari 3 tulisan)

(Foto-foto: Munawar Chalil/Motovaganza)

PERTENGAHAN Oktober lalu, Motovaganza dan tiga jurnalis lain –Wisnu Guntoro Adi dari dapurpacu.com, Riandika Winandatama dari majalah Rolling Stones dan Aryo Bhawono dari detik.com — menyaksikan acara launching sepeda motor terbaru Triumph New Bonneville 1200 oleh PT Triumph Motorcycles Indonesia (TMI). Kami juga berkesempatan berkeliling London dan bagian selatan Inggris dan Wales selama 7 hari. Bersama Managing Director PT TMI, Paulus B. Suranto, inilah “Motovaganza Riding Experience in United Kingdom” yang saya tuangkan dalam tiga tulisan.

“Bagaimana sih rasanya naik motor di jalan tol?” Selama bertahun-tahun saya dihantui oleh pertanyaan seperti itu. Apalagi, tiap kali ke luar negeri, saya sering melihat sepeda motor melaju kencang di jalan bebas hambatan. Rasanya pasti asik, pikir saya. Sementara, saya tak punya cukup nyali untuk menyelinap dan menerobos gerbang tol, seperti pernah dilakukan beberapa teman penggila motor besar di Jakarta.

Syukur Alhamdulillah, pertengahan Oktober lalu, saya dan tiga jurnalis lain mendapat kesempatan emas diajak menyaksikan acara launching sepeda motor terbaru Triumph New Bonneville 1200 oleh PT Triumph Motorcycles Indonesia (TMI). Yang paling mengembirakan, selain menghadiri press briefing dan launch party, kami juga diajak untuk berkendara dengan motor Triumph, berkeliling London dan bagian selatan Inggris dan Wales selama 7 hari, meskipun bukan dengan si jabang bayi New Bonneville.

06112015-Moto-Chalil-London_02

Oh iya, soal Surat Izin Mengemudi (SIM) tidak perlu khawatir. Jika Anda menggunakan visa turis, Anda bisa berkendara menggunakan SIM C untuk sepeda motor atau SIM A untuk mobil bisa digunakan di sana. Dengan kata lain, SIM yang dikeluarkan Kepolisian Indonesia berlaku di Inggris.

Triumph Motorcycles UK menyediakan lima unit motor untuk rombongan jurnalis Indonesia, termasuk Managing Director PT TMI, Paulus B. Suranto. Dari awal saya memilih Tiger Explorer 1200 sebagai “kaki” selama bertualang di Inggris, semata-mata karena saya cukup familiar dengan model tersebut. Sisanya, Paulus dan tiga rekan wartawan lain, Wisnu Guntoro Adi, Riandika Winandatama, dan Aryo Bhawono mengendarai Tiger 800 XC, Tiger 800 XR dan Speed Triple 94R  serta Street Triple RX.

06112015-Moto-Chalil-London_03

Hari pertama, kami menghabiskan waku seharian berkeliling di sekitar pusat kota London. Kami mengunjungi beberapa landmark terkenal seperti Istana Buckingham, Katedral Westminster Abbey, menara jam Big Ben, hingga kincir London Eye. Kami juga sempat berkendara sedikit jauh ke batas kota London, mengunjungi Ace Café, yang beken sebagai “kuil”-nya para penggila motor di Inggris, bahkan di berbagai belahan dunia lainnya.

Tantangan utama berkendara di kota besar dan padat seperti London bukanlah pada kemacetannya. Soalnya, kemacetan London, bisa dibilang “tidak ada apa-apanya” dibandingkan Jakarta. Apalagi, semua pengendara, baik mobil maupun motor, sangat tertib dan sopan. Banyak pengendara mobil malah sengaja meminggirkan mobilnya untuk memberi jalan kepada kami, saat kami meliuk-liuk di atas garis putih pembatas lajur. Benar-benar bertolak belakang dengan perilaku banyak pengendara mobil di Jakarta, yang terkadang malah sengaja menutup jalan bagi pengendara motor. Hehehe…

06112015-Moto-Chalil-London_04Tantangan terbesar justru dalam mendapatkan lokasi parkir khusus sepeda motor. Tidak semua ruas jalan memiliki area khusus parkir motor. Dan kalau pun ada, biasanya sudah penuh. Alhasil, kami terpaksa parkir cukup jauh dan berjalan kaki menuju lokasi-lokasi yang ingin dikunjungi.

Pe-er lainnya bagi turis pengendara motor seperti kami adalah dalam soal pembayaran parkir. Sebagian besar area parkir di London tidak lagi memakai koin. Banyak yang sudah berganti dengan sistem pembayaran elektronik, di mana pengendara cukup menempelkan kartu debit khusus parkir pada alat pembacanya, sesuai pelat nomor motor atau mobil yang terdaftar pada kartu tersebut. Dan jika Anda belum memiliki kartu tersebut, Anda harus mengirim SMS atau menelpon ke nomor tertentu, sambil menyebutkan nomor kartu kredit Anda agar pihak pengelola parkir dapat menagih pembayaran melalui akun kartu kredit Anda. Apa hukumannnya jika Anda mengemplang parkir? Siap-siap saja menerima tagihan denda yang lumayan besar!

06112015-Moto-Chalil-London_05

MUNAWAR CHALIL – Group Editor in Chief & Publisher Motovaganza.com dan Carvaganza.com

Last Updates

Deretan Skutik Termurah di Indonesia Tahun 2019

Jakarta, 24 Juni 2019 - Skuter otomatis atau lazim disebut skutik telah merevolusi wajah industri otomotif roda dua di Indonesia dan dunia. Sejak elemen...

REVIEW: Ini Beda Kawasaki KLX230R dengan Versi Biasa

JAKARTA, 24 Juni 2019 – Hanya selang sebulan, Kawasaki Motor Indonesia sudah melengkapi keluarga Kawasaki KLX230 dan KLX230SE. Kali ini...

Jangan Salah Pilih, Ini Oli Federal yang Cocok untuk Motor Anda

JAKARTA, 24 Juni 2019 -- Buat pengguna sepeda motor matik mengganti oli adalah hal yang sangat penting. Oli menjaga mesin...

RSV Helmet Gandeng Kawasaki Alexindo Buka Gerai di Bekasi

BEKASI, 23 Juni 2019 -- RSV Helmet menambah satu lagi gerainya dengan meresmikan RSV Flagship Store Bekasi di Medan Satria,...

Deretan Motor Trail Termurah di Indonesia

Jakarta, 22 Juni 2019 - Hobi bertualang di atas motor kian diminati di Indonesia. Ini berbanding lurus dengan munculnya model-model motor trail terbaru di...