Beranda NEW BIKES REVIEW: Ducati Streetfighter V4, Si Petarung Jalanan

REVIEW: Ducati Streetfighter V4, Si Petarung Jalanan

JAKARTA, Motovaganza.com — The Fight Formula. Demikian Ducati menggambarkan produk terbarunyanya Streetfight V4. Tentunya Ducati tak sembarang menyematkan tagline meski prosesi peluncurannya tak seperti yang diharapkan. Pabrikan asal Italia itu memilih debut Streetfighter V4 secara daring (online). Launching dilakukan melalui live stream di YouTube pada Rabu (25/3/2020) kemarin, waktu setempat. Aturan lockdown di Italia akibat wabah Covid-19, mengharuskan pengenalan produk Ducati terbaru ini dilakukan di dalam ruangan tertutup.

Dalam presentasinya, Jeremy Faraud, Designer Ducati menjelaskan desain motor tercanggih yang pernah dibuat dan apa yang mengilhami timnya ketika menciptakan Streetfighter. Pria yang pernah bekerja di Honda Eropa ini juga mengatakan, kalau cita rasa berkendara dan kemampuannya serupa dengan Panigale V4.

Panigale V4 memang menjadi asal Streetfighter V4. Keduanya sama-sama canggih dan aerodinamis. Dalam laman resminya, Ducati menulis, “Panigale V4, dilucuti tanpa fairings, tinggi, dan setang lebar. Singkatnya, ini adalah konsep yang mendasari Streetfighter V4 baru, motor yang memperbesar sensasi berkendara yang Anda butuhkan di jalan. Hasil? Motor telanjang dengan teknologi mutakhir dan desain yang menakjubkan.”

Ducati memang berharap Streetfighter V4 merupakan kuda besi tercepat yang bisa digunakan dalam trek maupun jalan terbuka. Oke, kita coba bahas:

Desain

Melihat desainnya seolah menyatukan aura agresif dalam kemewahan. Bagian depan mengingatkan Panigale V4. Bentuknya yang minimalis dengan lampu berteknologi full LED, menyeringai bagai “senyum Joker” dalam karakter komik yang menjadi musuh Batman. Desain DRL dengan model “V” menjadi ciri khas jajaran motor sport Ducati. Gaya ini juga digunakan di Panigale V4 dan SuperSport.

Garis tangki bahan bakar dan ekor menyerupai superbike. Tetapi desain rangka dan mesin dibuat untuk menunjang tampilan naked bike yang luar biasa. Sistem aerodinamika ini menggunakan simulasi CFD (Computational Fluid Dynamic). Metode hitung-hitungan ini memasukkan simulasi aliran dan tekanan udara untuk menghasilkan downforce terbaik terutama di ban depan.

Fitur teknis aerodinamisnya seperti mengekstraksi udara yang terinspirasi mobil Formula 1. Bisa dilihat dari penggunaan sayap biplane pada tiap sisi fairing. Jika Panigale V4 dibekali satu set sayap (winglet monoplane), maka Streetfighter punya dua. Bagian itu dikembangkan oleh tim aerodinamika Ducati Corse, yang juga ambil bagian desain motor di MotoGP.

Baca juga: Ducati Streetfighter V4 Resmi Meluncur, Dijual Mulai Rp 353 Juta

Aerdodinamika

Penggunaan peranti ini itu menghasilkan downforce sebesar 27 kg saat melaju 270 km/jam. Ducati mengklaim distribusi dorongan ke bawah sebesar 44 lbs (20 kg) di depan dan 18 lbs (8 kg) di belakang. Tujuannya untuk menambah cengkeraman mekanis, mengurangi kecenderungan wheelie, dan menambahkan stabilitas pada kecepatan tinggi, termasuk saat-saat pertama menginjak rem. Sayap juga meningkatkan aliran udara melalui radiator dan oli masing-masing sebesar 2 persen dan 10 persen.

Dikatakan kalau Streetfighter punya gaya berkendara lebih rileks dan (sedikit) lebih mudah diatur daripada Panigale V4. Wheelbase dan swingarm meningkat 15 mm dibandingkan dengan model superbike. Pin kemudi bertambah 2 mm, jadi jarak sumbu roda mencapai 1.488 mm. Mampu meningkatkan kemampuan dalam hal stabilitas. Bobotnya hanya 180 kg (Streetfighter V4) dan 178 kg (Streetfighter V4 S).

Baca juga: Ducati Multistrada 1200 Baru Bakal Gunakan Mesin Panigale V4

Tenaga Besar

Oke, cukup bicara soal desain gagahnya. Kita sekatang bicara soal jantung pacu. Ducati Streetfight V4 diperkuat mesin Desmosedici Stradale 1.103 cc. Dipastikan bagian ini juga mampu menarik perhatian para penggila kuda besi dari seluruh dunia. Menggunakan kondigurasi 90 derajat V4 menghasilkan tenaga maksimum mencapai 208 hp (153 kW) pada 12.750 rpm, dan torsi maksimum hingga 123 Nm (12.5 kgm) pada putaran 11.500 rpm. Karakteristiknya mirip Panigale V4. Tapi ada sedikit utak-atik. Ducati mengatakan final rasionya lebih endek dibandingkan Panigale V4 Hasilnya wheel toquenya lebih tinggi 10 persen sehingga lebih responsive menjawab perintah tuas gas.

Masih kurang? Tenaga dan torsinya masih bisa dinaikkan menjadi 220 hp (162 kW) dan 130 Nm (13.2 kgm). Caranya dengan menggunakan full-racing Ducati Performance exhaust keluaran Akrapovič. Tambahan lain, berat motor jadi berkurang sekitar 6 kg.

Baca juga: Hadapi Virus Corona, Ducati Perpanjang Penutupan Pabrik

Fitur

Dibandingkan Panigale V4, posisi riding Streetfight V4 lebih nyaman. Pasalnya lebih rendah dengan jarak ke tanah sekitar 845 mm. Ducati mempertahankan karakter sebagai motor jalan raya, handlebar diganti sedikit lebih tinggi dan lebar, namun nyaman untuk berkendara di dalam kota dan pengendalian saat di – istilah Ducati — racetrack. Dukunganny datang dari velg aluminium spoke wheel yang dibalik ban Pirelli Diablo Rosso Corsa II. Ukurannya 120/70 ZR17 di depan dan 200/60 ZR17 di belakang.

Mirip dengan saudaranya yang berjenis superbike, ia juga dibenamkan fitur-fitur canggih. Termasuk paket elektronik IMU 6 sensor. Ada ABS Cornering EVO, Ducati Traction Control (DTC) EVO 2, Ducati Slide Control (DSC), Ducati Wheelie Control (DWC) EVO, Ducati Power Launch (DPL), Ducati Quick Shift up/down (DQS) EVO 2, dan Engine Brake Control (EBC) EVO. Wah, lengkap. Ada pula panel instrumen dengan layar TFT 5 inci full digital dan Riding Modes (Race, Sport, Street).

Baca juga: MotoGP: Ducati Sebut Virus Corona Untungkan Marquez dan Honda

Suspensi

Perbedaan dengan varian tertinggi, ada pada sektor kenyamanan. Suspensi V4 S menggunakan peredam kejut kelas atas. Depannya menggunakan Öhlins NIX-30, belakangnya Öhlins TTX 36. Masing-masing berbasis teknologi Öhlins Smart EC 2.0 control system. Terintegrasi dengan Ducati Electronic Suspension (DES) EVO, jadi pengaturan dapat dilakukan secara elektronik. Sementara versi standar bermodalkan garpu lansiran Showa BPF dan Sasch. Kemudian ditambah Öhlins steering damper buat tipe termahal, serta pelek alumunium dari Marchesini yang terkenal kuat dan ringan.

Ducati Streetfighter V4 sebenarnya sudah mulai dipasarkan di Italia bulan ini. Namun karena ada wabah COVID-19, kemungkinan sedikit tertunda. Harga jualnya berada di kisaran 19.900 Euro atau sekitar Rp 353 juta (kurs 1 Euro = Rp 17,582). Sedang versi V4 S benderolnya lebih mahal 3 ribu Euro, sekitar 22.990 Euro atau Rp 408 jutaan.

Sumber: rider.drivemag

Baca Juga: Ducati Rilis Streetfighter V4 Secara Online, Ini Spesifikasi Lengkapnya

ZENUAR YOGA | RAJU FEBRIAN

 

Video Terbaru Youtube The Official Oto