Beranda BLOGS RAT Indonesia Rayakan HUT ke-5, Gelar ‘Tour de West Sumatera’

RAT Indonesia Rayakan HUT ke-5, Gelar ‘Tour de West Sumatera’

JAKARTA, Motovaganza.com — Tak terasa Riders Association of Triumph (RAT) Indonesia memasuki usianya yang ke-5. Komunitas pecinta dan pengguna motor asal Inggris, Triumph Motorcycles, ini menggelar berbagai acara perayaan termasuk turing. Diberi nama 5th RAT Anniversary – Tour de West Sumatera’, turing dilakukan selama 3 hari pada 12-15 Maret 2020 kemarin.

The 5th RAT Anniversary mengusung tema ‘Ride with Attitude’. “Kita sadari sebagai bikers kita punya hak yang sama dengan masyarakat lain. Sebisa mungkin tidak ada arogansi dan menghormati pengguna jalan lainnya sehingga semuanya aman dan nyaman,” Dedy Fachrudin, Ketua 5th RAT Anniversary kepada Motovaganza, Sabtu (4/4/2020) siang.

Ia mengatakan kegiatan ini melebihi ekspekasi karena diikuti 68 orang peserta. “Sepertinya lokasi tujuan, berkeliling Sumatera Barat menjadi salah satu daya tarik. Karena selama ini banyak kegiatan dilakukan di Jawa Barat, Jawa atau Bali,” kata Dedy.

Pada hari pertama, peserta berangkat dari Hotel Inna di Padang menuju Puncak Mandeh (Puncak Ibu) yang berada di Ampang Pulai, Koto XI Tarusan, Pesisir Selatan. Lokasi ini sekitar 63 km dari Padang. Kawasan wisata baru ini sangat menarik karena peserta melewati jalanan menanjak dan berkelok dihiasi view pantai dan laut dari kejauhan. “Peserta happy, senang dapat pengalaman menuju Puncak Mandeh,” kata Dedy.

Kelok 44

Dari lokasi ini tujuan selanjutnya adalah Bukittinggi. Kembali ke arah Padang melewati Ring Road menuju Pariaman. Dari kota di pantai ini, rute selanjutnya yang diambil adalah ke Arah Maninjau. Lokasi ini terkenal lewat Danau Maninjau yang terbentuk dari bekas kawah gunung. Dari sini perjalanan diteruskan menuju Bukittinggi melewati Kelok 44 yang terkenal.

Kelok 44 adalah kelokan yang terdapat di Kabupaten Agam, merupakan daerah perbukitan berada di di atas Danau Maninjau yang dilingkari jalan yang berkelok dilerengnya. Dinamai ‘Kelok Ampek Puluah Ampek’ karena merupakan tikungan berjumlah 44 belokan. Setiap kelokan memang patah. Setiap kelok itu diberi nomor berurut. Sepanjang perjalanan dari bukit tinggi menuju danau ini, anggota RAT disuguhi pemandangan yang sangat indah berupa sawah-sawah yang berbentuk terasiring, pancuran-pancuran air dari sungai yang bertingkat-tingkat, serta hijaunya deretan Bukit Barisan.

“Pengalaman riding hari pertama lengkap. Pagi view laut dan pantai, sore melewati Kelok 44 dengan pemandangan gunung dan danau. Menjelang Bukittinggi, terlihat Ngarai Sianok. Pengalanan riding yang keren dan luar biasa,” kata Dedy.

Istano Basa Pagaruyung

Beristirahat semalam di Novotel Bukittinggi, hari ke-2, perjalanan kembali ke kota Padang. Tapi kali ini rute yang diambil berbeda. Dari Bukitting lebih dulu menuju lembah Harau di Kabupaten Lima Puluh Kota. “Viewnya tak kalah luar biasa,” kata Dedy.

Dari Lembah Harau singgah ke Istano Basa Pagaruyung. Istana di Tanjung Emas, Batusangkar, tersebut merupakan objek wisata budaya yang terkenal di Sumatera Barat. “Di sini kami mendapat sambutan luar biasa dan suguhan makan siang dengan menu khas Sumbar,” lanjut Dedy.

Dari Pagaruyung, rombongan menuju ke Bukik Ciangkiak di kawasan Solok, melewati pinggiran Danau Singkarak. Dari Cinangkiak barulah rombongan turun ke Padang. Jalanan sejauh 69,9 km ini lumayan ekstrem karena melewati Sitinjau Lauik. Ini merupakan jalanan berkelok-kelok menuruni pinggang dan kaki Gunung Talang (2.597 mdpl) sekaligus merupakan jalur Trans Sumatera yang dilewati bus dan truk besar. Rombongan finis di Padang jam 19.00 WIB malam.

 

Cek juga: https://www.instagram.com/tv/B-U5UlyjEL_j4t3E83eCuqJ8VXG0QXyurtzGVE0/

Kesan Peserta

Salah satu peserta touring, Dhani Yahya mengatakan ini pertama kali ia melakukan turing di Sumatera Barat. Karena kali ini merayakan HUT RAT Indonesia, ia memutuskan untuk ikut serta. “Kebersamaannya bagus, semuanya well organized. Itinerary sangat baik, ada road captain tiap group, dan makannya enak-enak,” kata Dhani yang memang hobi touring ini.

Ia mengatakan rute yang dipilih panitia menyajikan pemandangan dan jalur yang pas. “Satu lagi, kegiatan komunitas motor seperti ini akan membawa dampak positif untuk daerah. Saya suka sekali dengan Bukttinggi,” kata Dhani yang juga Operation Director Rolls-Royce dan Maserati di Eurokars Group Indonesia itu.

Dukungan Sponsor

Dedy mengatakan bersyukur tidak ada kendala selama turing. “Alhamdulillah, riding kali ini Zero Accident. Tidak ada masalah, jalan tertib. Agenda touring ini berjalan dengan lancar sesuai yang diharapkan,” kata Dedy.

Tak lupa ia mengucapkan terima kasih kepada PT GAS Motorcycle sebagai pemegang merek Triumph Motorcycles di Indonesia untuk dukungannya. “Pengurus RAT dan juga para sponsor; Tugu, Toyota, Black Riot, Telkomsel, Motovaganza, Belzona, Napoleon, Untung Store, Bisnis Best Friend, dan D2 scooter workshop. Terima kasih untuk dukungannya,” tutup Dedy.

Sebagai informasi wadah resmi para pemilik motor Triumph di Indonesia itu dideklarasikan pada 27 Februari 2015 di dealer Triumph Jakarta. RAT terbuka bagi seluruh pemilik Triumph dari semua tahun dan semua varian. Saat ini RAT Indonesia beranggotakan 96 member. Untuk informasi bisa datang ke alamat: rat-indonesia.com

Rute 5th RAT Anniversary:

– Padang – Puncak Mandeh: 63 km
– Puncak Mandeh – Padang – Pariaman: 118 km
– Pariaman – Sungai Limau – Lubuk Basung – Maninjau: 60,5 km
– Maninjau – Padang Lua – Bukittingi: 52.6 km
– Bukittinggi – Lembah Harau: 50,4 km
– Lembah Harau – Istano Basa Pagaruyung: 55,9
– Istano Pagaruyung – Bukik Cinangkiak: 40.2 km
– Bukik Cinangkiak – Solok – Padang: 69,9 km

RAJU FEBRIAN

Video Terbaru Youtube The Official Oto