Beranda UPDATES Norton Terancam Bangkut, Skandal Penipuan Jadi Pemicunya

Norton Terancam Bangkut, Skandal Penipuan Jadi Pemicunya

LONDON, Motovaganza.com — Norton Motorcycle terancam bangkrut dan menghadapi perintah penutupan. Mereka saat ini membutuhkan dana segar untuk membayar utang dan tagihan pajak. Menurut surat kabar lokal di Inggris, mereka menunggak pajak sebesar 300.000 pound sterling atau setara Rp 5,3 miliar. Itu belum termasuk utang lainnya.

Sebagian besar utang berasal dari skandal penipuan dana pensiun. Ada sekitar 228 karyawan Norton yang menginvestasikan dana pensiun. Ada tiga skema yang dibuat oleh Bos Norton, Stuart Garner: Skema Pensiun Commando 2012, Skema Pensiun Dominator 2012, dan Skema Pensiun Donington MC. Lalu CEO Norton itu mempercayakan Simon John Colfer untuk mengurus pengumpulan dana itu.

Dari tiga skema yang ada, terkumpulah dana sebesar £ 14 juta atau berkisar Rp 250 miliar. Kasus penipuan ini terlalu rumit, karena ada beberapa pihak di luar perusahaan yang juga mengaku tertipu dengan skema pensiun yang dibuat Stuart. Dan ternyata Colfer juga seorang penipu yang menyamar sebagai penasehat keuangan. Ia akhirnya menerima hukuman penjara di 2018. Namun sempat ditangguhkan selama dua tahun, dan semua asetnya disita. Colfer tidak sendiri, ada dua orang lagi yang terlibat dengan dana pensiun, dan sudah dihukum di 2013.

Tapi, Garner mengatakan tidak tahu menahu mengenai dana yang dikumpulkan ternyata diselewengkan. Dia menegaskan, kalau dirinya juga termasuk ‘korban’. Dan dia pikir punya waktu lebih dari lima tahun untuk membayar kembali uang itu. Ternyata semua di luar prediksi sang CEO. Tetapi seluruh karyawan Norton menuduh kalau Stuart lah biang dari semua masalah ini.

Kesulitan Keuangan

Elizabeth Pitcairn, yang menginvestasikan £ 56.000 ke dalam dana pensiun, mengatakan kepada Guardian: “Saya pikir dia (Garner) telah berperilaku mengerikan dan buruk. Ia mengambil semua uang saya dan rugi besar karena dana tidak kembali dan tidak ada hukuman yang diberi padanya,” katanya.

Masalah yang menimpa Stuart sebagai Bos Norton tidak sampai di situ saja. Beberapa waktu lalu, dua pembalap Norton di ajang Isle of Man TT, Josh Brookes dan John McGuinness mengungkapkan fakta mengejutkan. Mereka membeberkan informasi ke Twitter untuk menanyakan keberadaan Garner, terkait dengan gaji yang belum dibayar.

Untuk diketahui, perusahaan roda dua asal Inggris sebenarnya juga pernah mengalami kesulitan keuangan juga. Namun diselamatkan oleh pengusaha properti bernama Stuart Garner pada 2008. Berada di tangan Stuart sepenuhnya, tidak lantas membuat perusahaan membaik, malah makin terperosok.

Campur Tangan Pemerintah

Sejak dipegang oleh Stuart, Norton banyak melibatkan orang penting. Campur tangan pemerintah Inggris juga tidak banyak membantu. Itu disebabkan buruknya manajemen internal yang dipimpin Stuart. Selama bertahun-tahun pemerintah Inggris telah menginvestasikan sejumlah uang untuk membayar pajak perusahaan. Pemerintah berfikir kalau Norton bisa menjadi contoh manufaktur Inggris yang baik. Norton pernah menerima hibah sebesar 4 juta pound sterling dari Menteri Keuangan yang saat itu George Osborne di 2015.

Dana yang dikeluarkan pemerintah Inggris mencapai Rp 84 miliar, rencananya dialokasikan untuk membangun pabrik baru seluas 929 meter persegi. Tadinya, pabrik itu ditujukan untuk mengembangkan mesin baru yang berteknologi ramah lingkungan. Ternyata, segala bentuk dana yang digelontorkan menguap tanpa bekas.

Saat ini perusahaan tengah berusaha mencari investor asing sebagai penyelamat. Banyaknya tanggungan perusahaan membuatnya diambang kebangkrutan, jika tidak segera diselesaikan. Mereka berusaha keras melakukan negosiasi ke beberapa perusahaan otomotif lain. Kabarnya ada salah satu perusahaan otomotif asal India yang sedang meliriknya. Kita tunggu saja kabar baiknya.

Sumber: The Guardian, Visordown, RideApart

ZENUAR YOGA | RAJU FEBRIAN

Video Terbaru Youtube The Official Oto