Beranda EDITOR'S PICKS Scrambler Ducati Cafe Racer, Revolution 54

Scrambler Ducati Cafe Racer, Revolution 54

JAKARTA, 21 Mei 2017 – PT Garansindo Euro Sports, distributor merek Ducati di Indonesia memboyong dua keluarga baru Ducati Scrambler. Salah satu yang cukup menarik adalah Ducati Scrambler Café Race. Inilah motor yang menjadi interpretasi Ducati atas sepeda motor legendaris tahun 1960-an yang mendorong revolusi sepeda motor.

Kehadiran Ducati di motor bergenre café racer memang sudah dinantikan. Maklum, sebelumnya sudah ada beberapa nama yang menawarkan model ini seperti Royal Enfield Continental GT, BMW R nineT Racer, dan Motor Guzzi V7 II Racer.

“Banyak juga konsumen yang mengingingkan very cool bike maka kami hadirkan Scrambler cafe racer. Motor ini berwarna hitam dan digunakan untuk jarak pendek dari cafe to cafe. Finishing yang dituangkan di cafe racer ini sangatlah detail, sehingga begitu mengagumkan dilihat mata,” ujar Managing Director Ducati Indonesia, Dhani Yahya.

Free spirit and style, sepeda motor ini dilengkapi dengan skema warna “Black Coffee” yang memberikan para penggemar sepeda motor tahun 60-an namun tetap memberikan kesan modern.

Baca juga: Garansindo Resmi Perkenalkan 4 Model Ducati Baru
Baca juga: Ducati Multistrada 950, The New Backbone
Baca juga: Ducati Monster 797, The Little Monster
Baca juga: Scrambler Ducati Desert Sled, Born For Desert

Varian Cafe Racer ini memiliki tangki dalam bentuk teardrop yang terkenal dengan side panel aluminium yang dapat diganti. Ada juga setang jepit yang menjadi cici khasnya. Kaca spion ditempatkan bagian stang motor bagian bawah, jok single sitter, buntut belakang a la tawon, serta knalpot dual tailpipes Termignoni.

Diperkuat ban Pirelli Diablo Rossi II yang dikombinasikan dengan velg berdsain spoke, berukuran 17 inci. Tampilannya sangat merepresentasikan gaya para Rocker yang menguasai jalanan ibu kota Inggris.

Nah, yang menarik pabrikan asal Italia ini menuliskan nomor 54 pada bagian samping bodinya. Nomor ini didedikasikan untuk pembalap Ducati, Bruno Spaggiari yang sukses menunggangi Scrambler. Pada tahun 1968, Spaggiari mengikuti balap di Motoremporada Romagnola menggunakan Ducati Scrambler bermesin 350 cc 1-silinder.

Untuk jantung pacunya, Scrambler Café Racer menggunakan mesin twin-cylinder Desmodue yang meraih sertifikasi EURO 4. Outputnya torsi puncak 68 Nm pada 5.750 rpm dan tenaga maksimal 76 PS pada 8.250 rpm. Mesin dikombinasikan dengan sistem transmisi manual 6-speed.

Sistem pengeremannya sudah dibekali anti-lock braking system (ABS), sehingga membuat pengendaranya lebih aman ketika melakukan pengereman mendadak.

Motor ini dijual dengan harga Rp 379 juta. Sekaligus melengkapi keluarga Scrambler lainnya seperti Icon, Classic, Urban Enduro, dan Full Throttle serta varia Sixty2 yang menggunakan mesin berkapasitas 400cc.

Spesifikasi Ducati Scrambler Café Racer

ENGINE
Tipe: L-Twin, Desmodromic distribution, 2 valves per cylinder, air cooled
Kapasitas: 803 cc
Bore x stroke: 88 x 66 mm
Kompresi rasio: 11:1
Tenaga: 55 kW (75 hp) @ 8,250 rpm
Torsi: 68 Nm (50 lb-ft) @ 5,750 rpm
Standar esmisi: Euro 4
Konsumsi: 5,0 liter/100 km – CO2 117 g/km * Only for Euro 4 countries

TRANSMISSION
Gearbox: 6 speed
Clutch: APTC wet multiplate with mechanical control

CHASSIS
Frame: Tubular steel Trellis frame
Front suspension: Upside down Kayaba 41 mm fork
Front wheel: 10-spoke in light alloy 3.50″ x 17″
Front tyre: Pirelli Diablo Rosso II 120/70 ZR17
Rear suspension: Kayaba rear shock with fully adjustable preload
Rear wheel: 10-spoke in light alloy, 5.50″ x 17″
Rear tyre: Pirelli Diablo Rosso II 180/55 ZR17
Front brake: 330 mm semi-floating discs, radially mounted Monobloc Brembo M4-32 calliper, 4-pistons, radial pump with adjustable lever, with Bosch ABS as standard
Rear brake: 245 mm disc, 1-piston floating calliper with Bosch ABS as standard equipment

DIMENSIONS AND WEIGHT
Wheelbase: 1,436 mm (56.5 in)
Fuel tank capacity: 13.5 liter
Dry weight: 172 kg
Wet weight: 188 kg
Seat height: 805 mm
Max height: 1,066 mm
Max width: 810 mm
Max length: 2,107 mm
Number of seats: Dual seat

RAJU FEBRIAN

Comments