Beranda UPDATES NAVARO Gelar Buka Puasa dan Edukasi Helm untuk Mudik

NAVARO Gelar Buka Puasa dan Edukasi Helm untuk Mudik

JAKARTA, 26 Mei 2019 – Di tengah kesibukan menjalankan tugasnya, member Journalist Vario Owner Community (NAVARO) menggelar acara buka puasa bersama Jumat (24/5/2019) di RSV Store Kalimalang dan KTM Kalimalang, Jakarta Timur.

Tercatat belasan jurnalis pengguna Vario dari berbagai tipe menyempatkan hadir. Buka bersama ini digelar untuk sekadar silaturahmi dan mempererat solidaritas antar member NAVARO dan juga KTM Kalimalang, RSV Helmet dan member KTM Owner Community Indonesia (KCI) yang juga hadir.

“Kami sengaja membuat kegiatan buka puasa bersama di sela-sela agenda liputan teman-teman yang mayoritas adalah jurnalis. Di sini teman-teman bisa sekadar melepaskan penat sejenak, berbagi cerita, dan semakin mempererat solidaritas antar member,” buka El Presidente NAVARO, Raju Febrian, melalui keterangan resminya.

Di kesempatan ini, para member NAVARO mendapatkan edukasi dari produsen helm RSV. Pasalnya, bertepatan dengan momen menjelang mudik Hari raya Idul Fitri 1449 H, banyak juga pemudik yang menggunakan sepeda motor sebagai moda transportasi untuk menuju kampung halaman.

Executive Director RSV Helmet, Richard Ryan, berbagi tips mengenai pemilihan helm yang tepat untuk digunakan oleh pemudik sepeda motor. Meski mudik ke kampung halaman tidak disarankan menggunakan sepeda motor, namun masih banyak masyarakat Indonesia yang pulang ke kampung halaman tercinta dengan menggunakan sepeda motor.

Saat melakukan perjalanan mudik, sebaiknya pengendara maupun penumpang sepeda motor mengenakan helm model full face. Meski diakui penggunaan helm full face tidak senyaman helm half face namun soal keamanan akan lebih terjaga dengan menggunakan helm full face. Mengingat juga jarak yang ditempuh mudik biasanya cukup jauh, dan kecepatan di jalan luar kota bisa lebih dari 60 kilometer per jam.

“Kalau lihat dampak kecelakaan sama saja antara pengendara dan penumpang, bahkan bisa lebih para penumpang. Hal ini karena pengendara bisa mengetahui kalau misalkan sepeda motor akan jatuh, berbeda dengan pengemudi yang tidak bisa memprediksi kondisi jatuh sepeda motor. Jadi intinya walaupun tidak nyaman, harus tetap digunakan,” ujar Richard.

Kemudian sebaiknya untuk membeli helm untuk digunakan saat mudik, bisa dibeli sekitar tiga bulan sebelum perjalanan. Rentang panjang ini bisa membuat penggunanya merasakan kondisi helm sudah sesuai dengan kepala atau tidak, dan menghindari efek pusing jika digunakan terlalu lama.

RAJU FEBRIAN