Beranda MOTORSPORTS Ali Adriansyah Berharap WSSP300 Musim Depan Lebih Fair

Ali Adriansyah Berharap WSSP300 Musim Depan Lebih Fair

JAKARTA, 7 Oktober 2018 – Ajang World Supersport 300 (WSSP300) telah menuntaskan musim balap di tahun 2018 ini. Sirkuit de Nevers Magny-Cours, Prancis menjadi ajang pertarungan terakhir para pembalap. Dominasi pembalap Kawasaki membuat Ali Adriansyah berharap ada perbaikan musim depan.

Musim ini, rider wanita asal Spanyol Ana Carrasco keluar sebagai juara sekaligus wanita pertama yang menjadi juara dunia di arena balap motor. Pembalap berusia 21 tahun ini unggul tipis 1 poin dengan pesaing terdekatnya yang juga asal Spanyol, Mika Perez. Ana menutup musim dengan 93 poin sementara Mika 92 poin.

Ada beberapa catatan menarik di musim kedua WSSP300 kali ini. Pertama adalah dominasi pebalap Kawasaki terhadap lawan-lawan mereka yang menunggang KTM, Honda dan Yamaha. Dalam klasemen akhir kejuaraan, rider Kawasaki  menguasai posisi Top 5.  Bahkan di Top 10, setengahnya merupakan penunggang Kawasaki. Sisanya, diisi oleh tiga rider Yamaha dan dua KTM.

Dominannya Kawasaki lantaran penggunaan Kawasaki Ninja 400 yang memiliki kubikasi mesin yang lebih tinggi dibanding Yamaha dan KTM. Yamaha turun dengan YZF-R3 berkubikasi 321cc, sementara KTM dengan RC390 yang memiliki kapasitas mesin 375cc. Dan Honda mengunakan CBR500R berkubikasi 500cc.

Meski Dorna, selaku penyelenggara WSSP300 sudah membuat regulasi untuk menyetarakan persaingan, mesin Ninja 400 masih terlalu kuat bagi yang lain. Performa mesin Kawasaki begitu dominan. “Kalau untuk mengejar mungkin masih bisa, tapi untuk mendahului sangatlah sulit,” ucap Ali Adriansyah Rusmiputro dalam keterangannnya.

Dorna sebenarnya sudah mengantisipasi perbedaan kubikasi Kawasaki dibanding sepeda motor lain. Hal itu dilakukan lewat regulasi pembatasan putaran mesin dan bobot sepeda motor. Sayangnya regulasi itu belum begitu terasa di tiga seri awal. Pebalap Kawasaki betul-betul unggul jauh. Saat latihan pertama di Aragon saja Kawasaki sudah lebih cepat 5 detik dari yang lain.

Melihat kondisi itu Dorna kemudian merevisi pembatasan rpm untuk Kawasaki dan membatasi dari sebelumnya 12.000rpm menjadi 10.800rpm. Revisi inipun belum membuahkan hasil yang maksimal. Meski sudah mulai mampu memperpendek jarak, pebalap Yamaha masih kalah dari Kawasaki.

Ali Adriansyah sendiri mengakui jika Dorna sudah mencoba bersikap adil. Hanya saja penyelenggara balap motor terkemuka itu belum menemukan formula yang tepat agar semua sepeda motor yang berlaga bertanding dengan setara.

Ia berharap di musim 2019 Dorna dapat lebih tajam lagi dalam membuat regulasi agar tercipta sebuah kompetisi yang lebih fair.

“WSSP300 pada awalnya kan punya visi untuk menghadirkan sebuah kompetisi yang bagus bagi para pebalap muda, seperti yang sudah terjadi di 2017,” ucap Ali Adriansyah. “Jangan sampai visi tersebut hilang dan kompetisi menjadi tidak seimbang.”

RAJU FEBRIAN

Comments