Beranda MOTORSPORTS MotoGP: Jika Masih COVID-19, GP Belanda Ogah Gelar Balapan

MotoGP: Jika Masih COVID-19, GP Belanda Ogah Gelar Balapan

JAKARTA, Motovaganza.com – Jadwal MotoGP musim 2020 dibuat berantakan akibat wabah corona (COVID-19). Hingga kini panitia MotoGP 2020 masih berharap bisa menjalani laga musim ini. Namun kian hari perubahan jadwal terus dilakukan. MotoGP Sachsenring (Jerman) dipastikan batal berlangsung sesuai jadwal. Pihak pemerintah belum mengizinkan adanya penyelenggaraan event besar, paling tidak hingga Agustus mendatang. Besar kemungkinan balapan 21 Juni 2020 itu, digeser ke lain waktu. Berarti Sirkuit Assen (Belanda) lah yang diharap menjadi putaran pembuka.

Namun hal ini masih jadi tanda tanya. Seperti ketetapan awal, seri di negara Kincir Angin mestinya berjalan pada 28 Juni. Namun, agenda ini langsung mendapatkan penolakan dari pihak sirkuit. Dengan situasi pandemi corona yang masih berlangsung, sulit untuk tetap menjalankannya. Terlebih Belanda juga menjadi salah satu negara yang terkena dampak COVID-19.

Belum lagi mengenai adanya bahasan mengenai pembatasan jumlah orang. “Kami yakin akan sulit mengkoordinir event jika hanya untuk 100 ribu orang saja. Itu mengapa Dorna terus bekerja mencari jadwal alternatif, mulai di Agustus,” kata Jos Vaessen, Mantan Presiden Sirkuit Assen.

Kali itu Carmelo Ezpeleta, CEO Dorna Sports memang sempat mengungkap kemungkinan balapan berlangsung tanpa adanya penonton. Dari paparan Vaessen, angka itu merupakan jumlah total dari orang yang ada di dalam paddock, meliputi kru dan pembalap. Hal inilah yang tidak diinginkan pihak Assen.

Baca juga: MotoGP: Suzuki Perpanjang Kontrak Alex Rins Sampai 2022

Menolak

Jika Dorna menetapkan demikian, Assen malah berencana mengambil langkah besar. “TT Assen sudah eksis dalam kurun hampir 100 tahun dan punya kondisi finansial yang bagus karena balapan selalu sukses (banyak penonton). Jadi tidak masalah kalau kami melewatkannya tahun ini,” ungkap Vaessen dari kutipan GPOne.

Kendati begitu, dia tak lantas keras kepala. Vaessen berharap Dorna dapat mencari solusi terbaik. Sebagai contoh memulai musim 2020 ketika situasi global sudah kondusif. Semoga saja benar adanya, Agustus nanti kondisi berangsur normal. Dengan begitu, pihak Assen berharap balapan di Belanda dapat berlangsung pada bulan itu. Paling tidak sampai September. “Assen dapat dipakai antara pertengahan Agustus sampai dengan akhir September,” pungkas Vaessen.

Baca juga: MotoGP: Jerman Mulai Normal, Balapan Masih Belum Jelas

Assen

Assen selalu menjadi sirkuit yang istimewa. Sejak 1949, lintasan ini tak pernah absen menggelar kejuaraan dunia. Seiring waktu, terjadi beberapa perbaikan serta pemangkasan area tarung. Alhasil, kini Sirkuit Assen punya panjang lintasan 4,5 km, lebar: 14 m serta 18 tikungan dengan masing-masing 6 tikungan ke kiri dan 12 ke kanan. Disertai pula dengan lay out menantang, terutama chicane sebelum garis finish.

Hingga saat ini, Valentino Rossi masih mencatat kemenangan terbanyak, yakni tiga kali. Disusul Marc Marquez (dua kali) dan Maverick Vinales (satu kali juara). Catatan menarik juga dibuat oleh Fabio Quartararo di Assen. Dia menorehkan rekor baru sirkuit (1 menit 32,017 detik) di kualifikasi. Pencapaian itu sekaligus menggusur rekor Marquez sejak 2015 silam. Semoga ada kejutan lain saat MotoGP Assen benar-benar digelar nanti.

Sumber: GPOne

Baca juga: MotoGP: Putaran di Belanda Mundur antara Agustus-September

ARY DWINOVIANSYAH | RAJU FEBRIAN

 

Video Terbaru Youtube The Official Oto