Beranda MOTORSPORTS MotoGP: Begini Cara Pembalap Hadapi Lockdown di Italia

MotoGP: Begini Cara Pembalap Hadapi Lockdown di Italia

ROMA, Motovaganza.com – Pandemi corona memaksa pemerintah Italia mengambil keputusan getir penutup sebagian besar wilayahnya. Keputusan diambil pada 7 Maret lalu. Mereka memberlakukan lockdown di kota Milan dan 11 provinsi lain, karena keadaan darurat coronavirus (COVID-19). Akibatnya, banyak masyarakat tak bisa kemana-mana. Mereka harus berdiam diri di rumah, tak terkecuali para pembalap MotoGP. Mereka banyak melakukan aktivitas di dalam ruangan, seperti berolahraga, memasak hingga bermain video game.

Setidaknya ada enam rider yang berasal dari Italia: Valentino Rossi, Andrea Dovizioso, Danilo Petrucci, Franco Morbidelli, Francesco “Pecco” Bagnaia, dan Andrea Iannone. Saat pembatalan seri pembuka MotoGP di Qatar dan berita lockdown diumumkan, semua pembalap tidak bisa keluar rumah hingga 3 April mendatang.

Banyak kota bak setengah mati. Hampir semua fasilitas di beberapa kota di Italia ditutup. Sekolah, pusat kebugaran, bar, toko, restoran, bioskop, dan teater tidak boleh ada kegiatan sekali. Semua kegiatan yang melibatkan banyak orangn dilarang.

Salah satu di antara daerah-daerah yang terdampak lockdown, ada Pesaro. Kota di pesisir laut Adriatic ini adalah tempat Valentino Rossi dan rider dari akademi VR46 tinggal. Mereka sudah dikarantina sebelum zona merah meluas ke seluruh Italia. Namun bagi The Doctor, julukan Rossi, aturan lockdown justru punya nilai positif. Ia dapat lebih banyak menghabiskan waktu di rumah bersama keluarga.

“Saya banyak mengabiskan waktu bersantai di rumah. Seperti menonton TV, drama, film, dan mendengarkan musik. Selain itu saya juga menata kembali garasi, membersihkan gudang, dan berolahraga dekat rumah,” kata rider Yamaha ini seperti dikutip dari Corsedimoto.

Untuk anak didiknya yang berada di Tavullia, jam latihannya dikurangi. Mereka banyak mengabiskan waktu di ruang gym. Selain untuk tetap menjaga kebugaran fisik, rutinitas ini diperlukan supaya tidak bosan. Mereka juga mengisi waktu luang dengan melakukan kegiatan bermain game.

Kampanye #distantimauniti

Rossi dan rider VR46 adalah tokoh utama dari kampanye media sosial #distantimauniti #farbutunited. Tujuannya untuk mengingatkan semua orang, Italia khususnya untuk mengikuti instruksi dari pemerintah. Tetap di rumah, dan jaga jarak (setidaknya 1 meter) dari satu sama lain.

Sama seperti Rossi, Andrea Dovizioso beruntung punya tempat gym di samping rumah. Dia dapat memanfaatkan waktu luang sembari menjaga kebugarannya dengan berolahraga. “Selama kurang lebih satu tahun saya memiliki gym pribadi. Dan saya menghabiskan waktu di sana untuk latihan. Selebihnya, sekarang ada waktu untuk melakukan tugas-tugas tertentu di rumah,” beber Dovizioso.

Andrea Iannone, Danilo Petrucci, dan Francesco Bagnaia pun sama. Mereka banyak menghabiskan waktu untuk berolahraga agar kondisi tubuh tetap prima. Namun, Francesco Bagnaia punya kegiatan lain. Ia bersama Rossi melakukan melakukan penggalangan dana untuk memerangi penyebaran Virus Corona (Covid-19).

“Saya tinggal di Pesaro sudah enam tahun. Ada banyak keluarga, teman, dan orang-orang yang saya sayangi tinggal di sini. Saya merasa harus melakukan sesuatu yang bermanfaat di dalam situasi yang kian buruk ini. Bersama Rossi, VR46 dan dengan Pecco Fan Club, saya memutuskan membuat kampanye penggalangan dana. Nantinya disumbangkan ke badan amal untuk membantu Rumah Sakit Marche Nord,” ujar pembalap tim satelit Pramac Ducati.

View this post on Instagram

The only strength is determination ! #ai29 #maniac

A post shared by Andrea Iannone (@andreaiannone) on

Masak Hingga Video Game

Beda lagi dengan Franco Morbidelli. Ia justru membunuh rasa bosan menunggu musim MotoGP dengan memasak bersama sang kekasih. Selain itu, pembalap Petronas Yamaha Sepang Racing ini juga mengaku kalau berada di rumah lebih sering bermain video game.

“Saya melewati masa senggang ini dengan tenang. Kini saya lebih sering masak, meningkatkan tantangan main PlayStation dengan kekasih. Saya juga coba belajar main harmonika dan cajon, instrumen perkusi Spanyol. Saya sungguh buruk, jadi saya tak akan bikin konser karena saya tak siap tampil di depan umum!,” guraunya.

Menurutnya, menjalani karantina sesuai dekrit pemerintah Italia membuat cepat bosan. Alasannya karena ia tidak bisa latihan motor, dan tak bisa berolahraga karena tak punya gym pribadi. Walau kecewa tidak bisa balapan dan latihan, dirinya yakin kalau karantina ini adalah keputusan terbaik. Ini dilakukan demi kepentingan bersama dan untuk mengurangi potensi penyebaran infeksi Covid-19.

Sumber: CycleworldCorsedimoto

Baca Juga: MotoGP: Ini Cara Pembalap Asal Italia Hadapi Lockdown

ZENUAR YOGA | RAJU FEBRIAN

Video Terbaru Youtube The Official Oto