Beranda BLOGS Mengenang Jorge Lorenzo, Ini Torehan Prestasinya di MotoGP

Mengenang Jorge Lorenzo, Ini Torehan Prestasinya di MotoGP

VALENCIA, 15 November 2019 – Jorge Lorenzo telah menjerat kami dengan pesonanya ketika masih berlaga di GP 125 dan GP 250. Sebagai pembalap muda dengan hasrat luar biasa untuk menjadi juara, keahlian balap Lorenzo pun berkembang dengan sangat sempurna. Putaran roda motor tunggangannya kemudian membawa Lorenzo memuncaki setiap balapan yang diikutinya.

Selepas menjuarai ajang GP 250 untuk kedua kali, pada 25 Juli 2007 Lorenzo resmi menjadi pembalap MotoGP setelah menandatangani kontrak dengan Fiat Yamaha. Tak tanggung, ia menjadi rekan satu tim Valentino Rossi, sang maestro di MotoGP.

Di atas kertas, seharusnya Lorenzo gentar dipasangkan dengan Rossi. Tetapi, kenyataannya berbeda. Pada seri pertama MotoGP 2008, ia langsung merebut pole position, dan menjadi orang kedua yang melakukannya sejak Max Biaggi pada tahun 1998!

(Foto: motogp.com)

Kini, Jorge Lorenzo telah mengumumkan akan pensiun dari MotoGP, dan perhelatan MotoGP Valencia adalah balapan terakhirnya. Terus terang saja kami sangat sedih, masih jelas terlintas di ingatan kami bagaimana dia mampu menebar magis pada balapan pertamanya. Selain itu, Lorenzo adalah salah satu pembalap paling “bersih” ketika berlaga di atas trek. Gaya balapan yang clean dan smooth, membuatnya semakin populer di mata fans.

Pemegang gelar juara dunia 5 kali (2006-2007 di kelas 250 cc, 2010,2012, 1025 di MotoGP), dan telah menorehkan 68 kemenangan, 69 Pole Position, 152 podium, dan 37 fastest lap. Kini, mari kita rayakan warisan Lorenzo di MotoGP dengan mengulas torehan prestasi Xfuera di MotoGP.

Di GP Jepang 2019, Jorge Lorenzo memulai Grand Prix ke-200 di kelas utama, menjadi pembalap ketujuh yang mencapainya, dan menjadi pembalap Spanyol kedua setelah Dani Pedrosa.

– Berusia 32 tahun dan 169 hari, Lorenzo menjadi pembalap termuda yang menjalani GP ke-200 di Motegi pada tahun 2019. Dia mengalahkan Dani Pedrosa yang berusia 32 tahun dan 170 hari di GP Qatar 2018 .

– Lorenzo (47) adalah pembalap Spanyol kedua dengan kemenangan GP terbanyak di kelas utama di belakang Marquez (55).

(Foto: motogp.com)

– Lorenzo (20 tahun 345 hari) adalah pembalap termuda ketiga yang menang dalam tiga kelas Grand Prix di belakang Marc Marquez (20 tahun 63 hari) dan Pedrosa (20 tahun 227 hari).

– Selain itu, pada usia 20 tahun 345 hari, Lorenzo duduk di posisi keenam dalam daftar pembalap termuda yang menang di kelas utama, di belakang Randy Mamola (20 tahun 239 hari).

– Lorenzo (18 tahun 326 hari) adalah pembalap termuda keempat yang menang dalam kategori menengah di Spanyol, tahun 2006. Dia menjadi pembalap termuda kedua yang meraih gelar kelas menengah (19 tahun dan 178 hari) di belakang Pedrosa (19 tahun dan 18 hari).

(Foto: motogp.com)

– Lorenzo adalah pembalap termuda yang memulai balapan GP, ​​berusia 15 tahun dan 1 hari di Jerez pada tahun 2002.

– Dengan lima gelar dunia (2 x 250cc, 3 x MotoGP ™), Lorenzo adalah pembalap Spanyol ketiga dengan kemenangan Kejuaraan terbanyak dalam sejarah Grand Prix Racing di belakang Marquez (8) dan Angel Nieto (12 +1).

– Sejak 2008, Lorenzo telah menjadi runner-up pada tiga kesempatan (2009, 2011, 2013) dan menempati posisi tiga teratas pada delapan kesempatan (dari 2009 hingga 2016). Momen terbaiknya adalah pada tahun 2010 ketika ia memenangkan gelar MotoGP ™ dengan 383 poin (sembilan kemenangan, 16 podium dan tujuh posisi pole).

– Pada 2010, Lorenzo menjadi pembalap Spanyol kedua yang meraih gelar juara dunia kelas dunia setelah Alex Criville (1999 / 500cc).

– Di Mugello, 2018, Lorenzo menjadi pembalap kedua dalam sejarah balap Grand Prix yang menang pada mesin Yamaha dan Ducati, bersama dengan Loris Capirossi.

– Lorenzo butuh 24 balapan untuk menang dengan Ducati. Hanya dua pembalap yang mengalahkannya, yakni Capirossi 6 balapan dan Casey Stoner 1 balapan.

– Kemenangan Lorenzo di Mugello / 2018 adalah yang ke-25 dari 47 kemenangannya di kelas utama.

– Di Barcelona ​​2018, Lorenzo menjadi pembalap keempat yang mencapai tonggak 150 podium di Grand Prix bersama Valentino Rossi, Giacomo Agostini dan Pedrosa. Dia adalah pembalap Spanyol kedua yang melakukannya.

– Austria 2018 adalah kemenangan pertama Lorenzo di Red Bull Ring, yang merupakan sirkuit ke-17 yang berbeda di mana ia telah menang setidaknya satu kali di kelas utama.

– Kemenangan Lorenzo di Austria / 2018 adalah yang ke-29 dari 47 kemenangannya di kelas utama.

Sumber: hondaracingcorporation.com

– Di Barcelona ​​2018, Lorenzo menjadi pembalap kedelapan yang menang dengan motor dari dua pabrikan berbeda di kelas MotoGP ™ sejak 2002. Yang lainnya adalah Rossi, Andrea Dovizioso, Stoner, Max Biaggi, Sete Gibernau, dan Aleix Espargaro .

Terima kasih Jorge Lorenzo, atas semua kenangan dan prestasi yang engkau torehkan di setiap balapan.

REZA ERLANGGA

Sumber: MotoGP

Last Updates

Hasil Kualifikasi Trial Game Asphalt International Championship 2019

BOYOLALI, 14 Desember 2019 -- Trail Game Asphalt International Championship (TGAIC) 2019 digelar di Sirkuit Boyolali, Jawa Tengah pada 13...

Siap Deklarasi, BMI Bekasi Undang Komunitas Bikers Se-Jabodetabek

JAKARTA, 14 Desember 2019 – Berbagai komunitas pengguna motor terus bertambah. Kali ini komunitas pengguna Yamaha Max series (Xmax dan...

Peugeot Motorcycle Beri Diskon Akhir Tahun Hingga Rp 20 Juta

JAKARTA, 14 Desember 2019 – Anda yang ingin memiliki motor Peugeot? Kini waktunya. Motor asli Prancis yang dilansir Peugeot Motorcycle...

Indonesia Jadi Negara Pertama di Asia Tenggara yang Kenalkan Qooder

JAKARTA, 13 Desember 2019 – Kami telah mengendus keberadaan Qooder di Indonesia sejak Oktober 2019. Saat itu, Qooder tertangkap kamera sedang diuji di jalan...

Fila x Vespa Berkolaborasi Luncurkan Apparel dan Merchandise

JAKARTA, 13 Desember 2019 – Dua nama besar Vespa dan Fila melakukan kolaborasi dengan meluncurkan Fila x Vespa, Sabtu (7/12)...