Beranda UPDATES Marc Marquez Main Angklung Bawakan Lagu Bengawan Solo di Bandung

Marc Marquez Main Angklung Bawakan Lagu Bengawan Solo di Bandung

BANDUNG, 11 Februari 2019 – Akhir pekan pembalap MotoGP Repsol Honda Team, Marc Marquez di Bandung ditutup dengan bermain angklung di Saung Angklung Udjo, yang diikuti oleh sekitar 200 anggota komunitas motor Honda. Marquez ikut memainkan beberapa lagu populer dengan angklung.

Kunjungan ke Saung Angklung Udjo merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Repsol Honda Team Visit Indonesia 2019, digelar oleh PT Astra Honda Motor (AHM) bersama tim Repsol Honda. Selama dua hari, 9 dan 10 Februari 2019, Marquez habiskan akhir pekan di ibukota Jawa Barat.

Selain komunitas, Marquez juga bermain angklung didampingi jajaran petinggi AHM dan para pembalap Astra Honda Racing Team (AHRT). Beberapa lagu yang dimainkan selama acara yaitu; “Bengawan Solo”, “Can’t Help Falling In Love” dan lagu Jepang “Sukiyaki” yang di Indonesia populer menjadi “Nyanyian Kode” oleh Warkop DKI.

“Bersama Marquez kesenian asli Indonesia ini akan semakin mendunia. Kami di AHM berkomitmen untuk terus melanjutkan upaya pelestarian budaya bangsa ini melalui program pembinaan budaya Angklung di kalangan generasi muda melalui sekolah-sekolah binaan,” ujar Production, Engineering, and Procurement Director AHM David Budiono.

Tidak hanya bermain angklung, juara dunia MotoGP lima kali itu pun tampil bernyanyi lagu Spanyol, “Besame Mucho”, dan menunjukkan kemampuannya menari saat lagu Despacito” dimainkan. Marquez yang bertandang setelah tes pra-musim di Sepang, Malaysia, tampak senang menikmati acara.

Sejak 2013, AHM secara konsisten melakukan pembinaan dan pelatihan para guru seni musik agar dapat mentransfer pengetahuan dan keterampilan bermain musik angklung kepada para generasi muda di 31 sekolah binaan Honda melalui Program Sekolah Binaan Angklung.

Sebagai tolak ukur keberhasilan proses pembelajaran budaya Angklung di masing-masing sekolah binaan, AHM bekerja sama dengan Saung Angklung Udjo menggelar kompetensi Pasanggiri Angklung yang telah digelar secara konsisten sejak 4 tahun lalu.

Diharapkan kesenian angklung tidak hanya bisa mendunia dikenal, tetapi juga disukai oleh para generasi milenial.

WAHYU HARIANTONO