Beranda EDITOR'S PICKS Royal Enfield Moto Himalaya 2017, Tiba di New Delhi

Royal Enfield Moto Himalaya 2017, Tiba di New Delhi

NEW DELHI, 5 Agustus 2017 – Perjalanan yang ditunggu Special Duty Editor Motovaganza, Ariya Sradha, yaitu mengikuti Royal Enfield Moto Himalaya 2017, akhirnya datang juga. Setelah terbang dari Jakarta, Sabtu, 4 Agustus 2017, dan menempuh perjalanan sekitar 7 jam, saya tiba di Indira Gandhi International Airport, New Delhi, India pukul 05.30 pagi waktu setempat. Perbedaan waktu Indonesia dengan India cukup unik yaitu 1.5 jam.

Setelah melalui imigrasi jalur e-visa sekitar 40 menit, maka saya baru keluar dan mengambil bagasi. Kesan saya Indira Gandhi International Airport, yang diambil dari nama mantan perdana menteri perempuan India ini, sangat modern dan bersih, garbarata dengan carpet seperti Changi, dan counter imigrasi yang cukup banyak dan ada jalur khusus untuk senior citizen dan medical purpose. Berdiri sejak 2009, bandara ini berlokasi sekitar 16 km dari pusat kota New Delhi. Bandara ini termasuk yang tersibuk di dunia. Pada tahun fiskal 2016-2017 tercatat bandara ini melayani 57,7 juta penumpang.

Saya dijemput oleh orang Hotel Roseate House, hotel yang terletak di kawasan hotel bintang 5 di dekat airport yang bernama Aerocity. Ada beberapa hotel setara bintang 4-5 di sana antara lain Pullman, Novotel, dan JW Marriot.

Setelah di hotel, kami bertemu Gauvar Singh dari Royal Enfield India. Kami diberikan brief sebentar antara lain pemberian Simcard lokal, tiket dari New Delhi ke Leh serta Itinerary dan Riding Schedule. Gauvar memastikan agar peserta harus istirahat setelah malamnya diundang untuk makan malam bersama pk 19.30 waktu setempat di hotel bersama semua rider dan media.

Ada beberapa poin dari Gauvar yang harus diperhatikan. Istirahat yang cukup karena jika tidak, kondisi fisik akan mudah sakit bila berada di ketinggian 3500 di atas permukaan laut yang dimulai dari Leh. Leh adalah ibu kota propinsi Ladakh. Tidak lupa tetap minum yang cukup.

Kemudianh hindari minuman beralkohol terutama di 4 hari pertama perjalanan. Dan jangan melakukan aktifitas yang membuat lelah karena kadar oksigen yang tipis. Namun bila hanya berjalan-jalan di pasar lokal it’s OK sambil menyesuaikan dengan kondisi ketinggian tersebut.

Oh ya, motor yang akan kami coba adalah Bullet 500. Alasan tidak mencoba type Himalayan, dikarenakan motor tersebut sudah berulang kali digunakan untuk kegiatan test ride sehingga kondisinya sudah tidak prima lagi. Dikhawatirkan akan mengganggu kelancaran perjalanan.

Sebenarnya riding baru akan dimulai pada Senin, 7 Agustus besok. Jadi besok, 6 Agustus, kami baru berangkat dari New Delhi ke Leh. Sesampainya di Leh, peserta tidak langsung melakukan riding. Kami lebih dulu diajak melakukan sight seeing di kota (city tour) dan briefing pada 16.30 – 18.00 waktu setempat yang ditutup dengan makan malam.

ARIYA SRADHA (NEW DELHI)

latest updates

Lambretta Masuk Indonesia, Piaggio Indonesia Tak Masalah

JAKARTA, 23 Maret 2019 – Lambretta disebut-sebut akan segera kembali masuk Indonesia. Hal ini membuat pasar skuter di Tanag Air...

Tour of Indonesia: Berjibaku di Gunung Lawu

Yogyakarta, 20 Maret 2019. Tanpa terasa, Tour of Indonesia telah memasuki etape ketiga (20 Maret 2019). Pada hari ini kami akan menempuh jarak +/-...

Galeri Foto: Tour of Indonesia 2019

Bali, 23 Maret 2019 - Royal Enfield Indonesia menggelar perjalanan bertajuk Tour of Indonesia yang berlangsung mulai tanggal 18-23 Maret 2019. Ajang yang termasuk ke dalam kategori marquee...

Royal Enfield Himalayan Babat Jalur Daendles

TASIKMALAYA, 22 Maret 2018 -- Tour of Indonesia adalah sebuah perjalanan mengendarai Royal Enfield yang digagas oleh Royal Enfield Indonesia....

Piaggio dan Vespa Buka Diler Baru di Ciledug

CILEDUG, 21 Maret 2019 -- PT Piaggio Indonesia berkolaborasi dengan PT Anugerah Sinergi Pratama, membuka diler Piaggio Vespa di Ciledug,...