Beranda UPDATES David Mardiono, Pengukir Mesin ‘Ojo Dumeh’

David Mardiono, Pengukir Mesin ‘Ojo Dumeh’

YOGYAKARTA, 22 Oktober 2017 — Tak ada yang mengira di balik sosok kalem dan bersahajanya ternyata menyimpan talenta seni yang luar biasa. Dialah David Mardiono, seniman pahat muda asal Mojokerto yang dipercaya Director Kustomfest, Lulut Wahyudi untuk memberi sentuhan seni di ‘Ojo Dumeh’, lucky draw Kustomfest 2017-No Boundaries.

“Saya dihubungi pak Lulut untuk segera datang ke Jogja untuk mengukir di mesin Ojo Dumeh,” ungkap David seperti dilansir kustomfest.com. Ia mengaku sempat tidak percaya jika sampai diberi kesempatan dan dipercaya untuk langsung berkarya di Ojo Dumeh.

David mengaku ada tantangan besar mengukir di salah satu karya masterpiece Lulut Wahyudi. “Ini pertama kalinya saya memahat di obyek yang juga karya masterpiece pak Lulut, dan ini menjadi tantangan tersendiri bagi saya,” ujar David.

Salah satu tantangan yang dikatakan David adalah dia harus memahat mesin Ojo Dumeh ketika motor tersebut sudah jadi atau siap. “Jadi media yang saya pahat (rocker cover mesin), tidak dilepas dulu. Langsung saya pahat dalam posisi Ojo Dumeh sudah ready untuk dipublikasikan,” ungkap David.

David bercerita sangat berhati-hati saat proses pengerjaan, karena takut merusak bagian lain dari Ojo Dumeh. “Takut merusak cat dan krom di Ojo Dumeh, sangat ekstra hati-hati dalam pengerjaan. Begitu pun tingkat kekuatan pukulan saat memahat,” tutur David.

David kemudian menjelaskan dalam memahat mesin, ritme pukulan harus hati-hati. Tidak bisa terlalu keras dalam memukul karena bisa merusak unsur besi mesinnya. Menurut pengakuan David unsur mesin tidak sekeras unsur batu, tenaga yang dikeluarkan saat memahat lebih besar saat memahat batu.

Ukiran yang dipahat David di mesin Ojo Dumeh berupa tulisan “No-Boundaries” dan gambar Semar yang dibentuk dari tulisan “Ojo Dumeh Tangsah Eling Lan Waspada” memakai bahasa jawa dan dibungkus oleh bunga Lotus. “Sebelum proses memahat, terlebih dahulu saya dan pak Lulut berdiskusi tentang apa yang bakal saya pahat di Ojo Dumeh,” ucap David yang menghabiskan waktu 19 jam dalam proses pengerjaannya.

Hasilkarya David mendapt pujian Lulut. “Janji saya untuk mengangkat seniman lokal bertalenta untuk berkolaborasi ya dimulai dari David ini dengan memahat di Ojo Dumeh,” kata Lulut.

RAJU FEBRIAN

Last Updates

Inilah Motor Petualang dengan Desain Terbaik di EICMA 2019

MILAN, 11 November 2019 - Husqvarna menampilkan konsep Husqvarna Norden 901, sebuah motor adventure bergaya unik di EICMA 2019. Norden 901 berbasis KTM 890...

Mantap! Kawasaki W800 Terbaru Sudah Bisa Dibeli di Indonesia Seharga Rp 285 Juta

JAKARTA, 8 November 2019 – Kawasaki W800 terbaru, baru saja diperkenalkan ke publik di Tokyo Motor Show 2019, dan kini PT Kawasaki Motor Indonesia...

Vespa GTS Super Tech 300 Sapa Pecinta Vespa di Bandung

JAKARTA, 9 November 2019 – Vespa GTS Super Tech 300 Dealer Open Day dan Community Ride kembali digelar. Kali ini hadir di kota Bandung, berlokasi di...

Cerita Pengalaman di “Live More Vespa Story”, Berhadiah Vespa LX 125 i-get

JAKARTA, 9 November 2019 – Anda punya cerita dan pengalaman terbaik mereka bersama Vespa kesayangan Anda. Yuk ikutan kompetisi konten digital...

Lambretta G325 Special Lakoni Debut di EICMA 2019

MILAN, 9 November 2019 – Lambretta tak mau kalah dengan pabrikan sepeda motor lainnya di ajang EICMA 2019 yang tengah...