Beranda BLOGS Geng Tril Tua, Wadahnya Pecinta Motor Tril Lawas

Geng Tril Tua, Wadahnya Pecinta Motor Tril Lawas

JAKARTA, 20 Desember 2016 – Ada yang menarik dalam gelaran Djakarta Rumble 2016 yang dihelat akhir pekan lalu di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Beberapa komunitas dan penggila motor kastem ikut meramaikan. Salah satunya adalah Geng Tril Tua. Sesuai namanya, komunitas ini adalah kumpulan para pengguna tril lawas.

Dikatakan tua dikarenakan kebanyakan dari mereka menggunakan motor di bawah tahun 1990. “Motor kita kebanyakan tril dan tua. Kebetulan dua hari ini kita tidak ada acara dan sedang menyiapkan gelaran arisan tril tua ke-4 nanti, jadi sekalian kita kumpul di sini,” ujar Dani Andi Madong, Admin Geng Tril Tua kepada Motovaganza.

Geng Tril Tua berawal dari sebuah pengguna motor tua yang tersebar di seluruh Indonesia. Mereka merasa dikucilkan dengan kehadiran tril anyar di berbagai kejuaraan motor tril. Kegemaran mereka disatukan melalui sosial media dan membentuk komunitas penggemar motor tril. Hanya dalam hitungan hari, geng inipun akhirnya diikuti oleh ribuan penggemar motor tril lawas yang ada di seluruh Indonesia.

Berbeda dengan penggemar trail adventure lain yang hanya “rela” menggeber gas di jalan tanah, group geng tril tua juga aktif melakukan perjalanan ke dalam hutan dan bermalam disana beberapa waktu. Beberapa member juga rela mengkastem motro anyar seperti Honda GLPro, Megapro dan Tiger 2000 untuk dijadikan motor tril bertampang “kolot”.

Untuk motor tril lawas yang masih bawaan pabrik meliputi Yamaha DT, Honda XL, Suzuki TS dan banyak merek lainnya yang lahir di tahun 1980-an (Baca: Ini 5 Motor Trail Lawas yang Kembali Digemari).

“Kalau masalah motor, kita ada juga yang pakai motor baru seperti Honda GL Pro, MegaPro, Yamaha Scorpio 225 yang diubah seperti tril lawas. Bukan hanya motor, dandanan kita seperti helm, jersey dan sepatu juga kita sesuaikan dengan tema yang sama yaitu vintage enduro,” tambah Dani.

Cirinya sederhana, para pengendaranya didominasi menunggangi motor tril keluaran tahun tua dan jarang menggeber motor trailnya keras-keras. Di facebook sendiri grup geng tril tua telah tercatat memiliki member hingga 20-an ribu orang. Jumlah terbayak ada pada penggila motor tua yang ada di wilayah Semarang yang digawangi Jim Sudaryanto, Manuk ndredek, Guntur gemar trabas dengan jumlah anggota sekitar 1.800 orang lebih pengguna tril lawas.

“Geng tril tua sendiri sebenarnya bukan semcam komunitas, kita berniat menjadi sebuah organisasi resmi nantinya dan akan “memayungi” saudara kita dan teman penggemar tril tua di seluruh kota dan provinsi yang ada di Indonesia seperti vintage enduro Jakarta raya, vintage enduro Jogyakarta, vintage enduro Jepara, Bali geng tril tua, Geng tril tua Bandung dan lainnya,” tutup Dani.

ANDHIKA KRESNA