Home BLOGS Mau Kastem Motor? Ini Tips dari Mastom Custom

Mau Kastem Motor? Ini Tips dari Mastom Custom

SHARE

JAKARTA, 27 September 2016 – Memiliki motor dengan tampilan yang biasa atau bawaan pabrik tentu menjadi tidak biasa bagi mereka yang ingin tampil beda. Bagi anda yang ingin melakukan modifikasi motor alias meng-custom motor kesayangan anda ada baiknya memperhatikan tips berikut ini.

Tommy Dwi Jatmiko atau akrab dipanggil dengan sebutan Mastom membeberkan sedikit tips agar anda tidak menjadi korban gagal kastem. Kecintaannya di dunia motor sudah ia rasakan sejak kecil. Pengalaman menggarap motor dengan beragam aliran mengikuti keinginan pelanggan juga sudah ia lakoni beberapa puluh tahun belakangan dan saat ini ia menjadi salah seorang builder dari bengkel kastem miliknya sendiri bernama Mastom Custom di kawasan Kemang, Jakarta.

Menurutnya, untuk menghadirkan sebuah karya terbaik harus paham betul dengan apa yang kita inginkan dan butuhkan, jangan sekedar mengikuti tren yang ada. Ia juga menambahkan jika dalam mengkastem motor ada beberapa hal yang harus diperhatikan selain mendapatkan hasil akhir. Pertama, ia menyarankan jika motor kastem harus sesuai dengan fungsi. Ini artinya, jangan sesekali menghilangkan fungsi yang ada dalam motor sebelum di lakukan kastem semisal lampu, rem dan part lainnya.

Kemudian soal safety seperti, jarak motor ke tanah yang terlalu tinggi dan harus menggunakan suspensi dengan tinggi yang tidak lazim akhirnya titik keseimbangan akan berkurang dan malah membahayakan pengendaranya sendiri.

“Simpel, sebenarnya membuat karya pada sebuah motor merupakan hal yang mudah bagi setiap orang namun, membuat karya menjadi sebuah mahakarya atau masterpiece itu yang harus lebih diperhatikan,” kata Mastom kepada Motovaganza.

Lalu bagaimana caranya? Ia menjelaskan bahwa ada tiga hal penting dalam menjadikan sebuah karya menjadi mahakarya, caranya dengan mengikuti proses pembuatan. Dengan mengikuti prosesnya, maka sebuah karya tersebut telah memiliki cerita. Alur cerita tersebut nantinya akan terus berkembang dan tumbuh menjadi jiwa atau karakter motor tersebut. Jika hal ini sudah diperhatikan, tidak ada salahnya sebuah karya tersebut diberikan nama atau julukan untuk menginformasikan kepada pengagumnya kelak.

“Buat saya, pertama jangan pernah percaya sama ide awal. Cari terus ide lainnya dan kemudian putuskan mana yang diambil. Kemudian jalankan dengan cara mengerjakan, setelah itu jangan pernah puas dengan hasil akhir. Ini penting, karena budaya motor kastem it uterus berkembang tidak hanya berhenti di satu titik saja. Hal ini yang kemudian menjadikan tren motor terlahir,” tutupnya.

ANDHIKA KRESNA

SHARE

Kecelakaan Motorcrross, Valentino Rossi Dilarikan ke Rumah Sakit

RUMINI, 26 Mei 2017 – Pembalap MotoGP Movistar Yamaha, Valentino Rossi, harus dilarikan ke rumah sakit di Rumini, Italia, menyusul...

Yamaha XMax Sudah Dipesan Lebih dari 1.000 Orang

JAKARTA, 26 Mei 2017 – Fenomena skuter Maxi milik Yamaha ternyata belum berakhir. Setelah kehadiran Yamaha NMax pada Februari 2015 lalu,...

All New Yamaha Vixion-R Dibanderol Rp 29,5 Juta

JAKARTA, 26 Mei 2017 – Yamaha Motor Manufakturing Indonesia memperkenalkan dua varian Vixion di ajang IIMS 2017 lalu. Keduanya adalah...

BMW R nineT Scrambler a la JvB Moto

MUENCHEN, 26 Mei 2017 – BMW R nineT barangkali salah satu motor yang “nggak perlu diapa-apain”. Namun JvB Moto, rumah...

Ini 5 Keuntungan Menggunakan Sena Intercom

JAKARTA, 25 Mei 2017 -- Berkomunikasi saat mengendarai sepeda motor sangat sulit. Jangankan dengan pengendara lain, dengan boncenger saja kita harus berteriak-teriak untuk ngobrol....