Home BLOGS Mastom Kampanyekan #Jangan Plagiat Kepada Builder Pemula

Mastom Kampanyekan #Jangan Plagiat Kepada Builder Pemula

SHARE

JAKARTA, 21 Oktober 2016 – Memodifikasi atau kastem motor menjadi perhatian khusus bagi seorang Tommy Dwi Djatmiko dari Mastom Custom. Dalam rangkaian gelaran Indonesia Kustom Kulture bertajuk Suryanation Motorland 2016 ia terlihat tidak berhenti menyemangati builder muda di tanah air untuk terus berkarya sesuai dengan latar belakang masing-masing builder.

Selain menjadi salah satu dewan juri di ajang tersebut, ia juga terlihat mengkampanyekan gerakan peduli kustom kulture di tanah air. Salah satunya adalah dengan mengkampanyekan #JanganPlagiat. Gerakan ini dimaksudkan untuk memberikan edukasi kepada builder pemula atau builder muda yang menghasilkan sebuah karya sepeda motor kastem.

“Arti jangan plagiat ini sebenarnya bukan hanya di tujukan kepada pelaku seni otomotif khususnya motor kastem, sederhananya begini ‘kalau kita tidak bisa membuat bangga atas karya kita sendiri, paling tidak jangan meniru karya orang lain terlebih dari luar negri’,” buka Mastom kepada Motovaganza.

Penggemar seni bela diri Kempo ini mengatakan builder di Indonesia sudah sangat berkembang dan terus maju. Hal ini dapat ia saksikan penampakan motor kastem garapan builder lokal di beberapa kota di tanah air dan beberapa hasil karya builder yang di publikasikan melalui sosial media seperti Instagram, facebook dan media lainnya.

Baca Juga:  Roadshow #cari_aman Bagi Peserta Honda DBL

Namun sayangnya hasil karya dari beberapa teman di Indonesia terlihat sangat menjiplak karya builder dari mancanegara yang sedang trend seperti Jepang, Amerika dan negara lainnya. Padahal sebuah karya itu merupakan hasil ide pemikiran seseorang dengan latar belakang cerita yang berbeda sebagai penentu jiwa atau soul pada hasil garapan sang builder itu sendiri.

“Saya yakin sekali jika karya kita juga sebenarnya sedang dilirik oleh pihak lain khususnya builder dari luar Indonesia, karena karya kita itu bagus-bagus. Sebagai inspirasi pembuka ide bisa saja kita melihat refrensi dari beragam sumber namun, pada prakteknya tetap kita harus mengedepankan kebanggan bangsa Indonesia yang memiliki beragam budaya dan seniman motor,” tambah Mastom.

Sebagai seorang otomotif art work yang berasal dari Jakarta ia merasa sangat miris dengan keadaan ini. Oleh karena itu ia mengkampanyekan jangan plagiat kepada kita semua agar bangsa lainlah yang harusnya melihat karya kita, bukan sebaliknya karena kita memiliki latar budaya yang sangat beragam dan kaya akan kreatifitas tanpa batas yang dimiliki oleh jiwa muda pemodifikator tanah air.

Baca Juga:  RAT Indonesia Berganti Pengurus

Mantab Mastom

ANDHIKA KRESNA

SHARE

Ribuan Penggemar Motor Besar Meriahkan Baturaden Bike Week 2017

BATURANDEN, 15 Juli 2017 – Ribuan penggemar motor besar berbagai merek memeriahkan Baturaden Bike Week 2017. Acara ini menjadi puncak...

Roadshow #cari_aman Bagi Peserta Honda DBL

JAKARTA, 15 Juli 2017 – Bersamaan dengan gelaran kompetisi Honda Development Basketball League (DBL) 2017, PT Honda Astra Motor (AHM)...

AHM Targetkan Honda DBL 2017 Rambah 844 Sekolah

JAKARTA, 15 Juli 2017 – PT Astra Honda Motor (AHM) melanjutkan komitmennya terhadap pengembangan potensi generasi muda bangsa dengan mengusung...

Rider RAT Indonesia Alami Kecelakaan Saat Touring Baturaden Bike Week 2017

RANCAEKEK, 14 Juli 2016 -- Kabar duka datang dari Rider Association of Triumph (RAT) Indonesia. Komunitas pengguna Triumph Motorcycles di...

GALERI FOTO: Motor Cleveland CycleWerks, Inspirasi dari 4 Modifikator

BINTARO, 14 Juli 2017 - Cleveland CycleWerks (CCW) yang telah menyatakan hadir untuk para pecinta otomotif roda dua di Indonesia,...