Home EDITOR'S PICKS Royal Enfield Moto Himalaya 2017, Insiden Arjay

Royal Enfield Moto Himalaya 2017, Insiden Arjay

SHARE
Special Duty Editor Motovaganza, Ariya Sradha, berfoto dengan tentara India, di tempat regroup sebelum Tso Kar.

TSO MORIRI, 20 Agustus 2017 – Hari ini sudah memasuki hari ke-9, 12 Agustus 2017, perjalanan Special Duty Editor Motovaganza, Ariya Sradha, yang mengikuti Royal Enfield Moto Himalaya 2017. Rute perjalanan kami hari ini menuju Tso Kar. Perjalanan diawali dari Korzok / Tso Moriri Lake – Thadsang Karu Lake – Puga Sumdo (regroup) – Tso Kar. Total distance sekitar 73 km.

A post shared by Carvaganza.com (@carvaganza) on

Pagi hari sekitar 08.30 jadwal kami adalah makan pagi. Kemudian 09.30 briefing, dan 10.00 Ride out. Saya cukup bersemangat untuk makan pagi kali ini, entah kenapa. Jika sebelumnya selera makan saya turun lantaran setiap hari berhadapan dengan kari yang baunya menyengat kali ini kami mendapat menu berbeda.

Mungkin menu lokal yang telah berhari-hari menemani, kali ini digantikan dengan menu continental walaupun sederhana, tapi cukup membuat kangen. Kami bisa menikmati toast, cereal, dan minuman-minuman hangat lainnya seperti teh susu dan lemon ginger.

Suhu di pagi hari mulai beranjak hangat namun masih di sekitar 7-10 derajat. Kami akan melakukan group photo di pinggir danau Thadsang Karu Lake.

Baca Juga:  Silver Bullet, Classic Racing Royal Enfield Continental GT
Dengan penduduk setempat di salah satu warung / toko kelontong

Perjalanan kami hari ini diwarnai insiden. Sebuah kecelakaan tunggal menimpa Road Captain (RC) kami, yaitu Arjay Pramanik. Pria India berperawakan besar ini terjatuh dari motornya di jalan berbatuan lepas dari Danau Tso Moriri. Ia tidak bisa melanjutkan perjalanan karena setelah diperiksa oleh dokter, ligamennya bermasalah akibat kecelakaan itu. Akhirnya motornya diangkut ke dalam Gun Wagon, dan Arjay melanjutkan kembali dengan ikut ke dalam mobil back-up.

Arjay adalah RC yang sangat berpengalaman, yang telah memimpin perjalanan seperti ini tujuh kali. Kami memetik pelajaran dari kejadian seperti ini. Seberapapun berpengalamannya kita dalam medan yang sama ataupun jam terbang kita sudah tinggi, kita tetap tidak boleh lengah dan tetap waspada, tetap well prepared.

Koki memasak mie isntan

Setelah photogroup, kami kembali regroup di kedai teh di desa Puga Sumdo, kedai yang sama dengan tempat regroup kami kemarin. Mie Instan pun kembali menemani kami.

Jalan menuju Tso Kar Camp Site ini berupa jalanan berpasir. Sangat sulit ketika harus dilalui dengan Bullet 500 dengan ban standard hehehehe..

Baca Juga:  Lomba Desain Royal Enfield, Ini Persyaratannya
Camp site Tso Kar

Selain motor yang susah dikendalikan ketika menemui pasir yang gembur, debu-debu yang berterbangan akibat roda-roda motor pun cukup mengganggu pandangan. Kami harus berhati-hati dalam bernafas serta mata yang kemasukan debu. Sebagian rider pun akhirnya berhenti sejenak memeriksa keadaan matanya yang terkena iritasi debu.

Karena jarak antara Tso Moriri dan Tso Kar tidak jauh (sekitar 73 km), maka kami dapat mencapai Tso Kar tidak terlalu lama. Sekitar Pk 14.00 kami sudah sampai dan makan siang di salah satu tenda besar yang dikhususkan untuk makan siang.

ARIYA SRADHA (TSO MORIRI)

SHARE



MotoGP: Marquez Juara, Rossi Finish P5 dengan Kaki Patah

ARAGON, 24 September 2017 – Marc Marquez (Repsol Honda) merebut kemenangan keenamnya musim ini setelah memenangi MotoGP Gran Premio Movistar...

Ribuan Rider Meriahkan Distinguished Gentlemans Ride Bandung 2017

BANDUNG, 24 September 2017 -- Ajang motoran klasik dan vintage Distinguished Gentlemans Ride 2017 di Bandung mendapat sambutan meriah. Ribuan...

ComSar Invest Ambil Alih MV Agusta

VARESE, 24 September 2017 - Salah satu produk big bike asal Italia yaitu MV Agusta dikabarkan tengah mengalami kesulitan keuangan....

Suzuki All New Satria F150 Muncul dengan 5 Warna Baru

JAKARTA, 24 September 2017 - Ajang Bursa Motor (Burtor) 2017 sudah dimulai. Memanfaatkan ajang tersebut PT Suzuki Indomobil Sales (SIS)...

The Sinatra II, American Chopper Bobber

YOGYAKARTA, 24 September 2017 – Memodifikasi motor memang tugas yang tak pernah puas. Seperti Achmad Zulkarnain misalnya. Motor yang ia...