Home BLOGS Main Trail ke Danau Jayamixx, Kampung Cigudeg, Bogor

Main Trail ke Danau Jayamixx, Kampung Cigudeg, Bogor

SHARE

JAKARTA, 15 November 2017 — Satu lagi lokasi yang cukup lumayan untuk trail riding atau untuk jalan-jalan Sunday Morning Ride (sunmori) dengan motor trail. Lokasinya dekat dengan Jakarta hanya kisaran 60 – 70 km. Nama lokasinya Danau Quarry Jayamix atau dikenal dengan sebutan Danau Jayamix yang terletak di Kampung Cigudeg, Bogor, dekat situs Gunung Munara.

Subscribe Now!..

Sebetulnya danau – atau tepatnya telaga – ini dulunya bekas lokasi penambangan pasir dan batu kemudian ditinggalkan oleh pemilik konsesi dan sekarang tinggal lubang besar menyerupai kawah yang cukup dalam.

Lokasinya cukup menarik bagi para pengendara motor trail yang senang adventure ke tempat-tempat jauh dan terpencil. Menawarkan rute yang cukup mengesankan mulai dari jalan aspal, trek tanah dan lumpur padat. Namun, para rider harus hati-hati terutama ketika memasuki kawasan Parung, Bogor, banyak truk-truk besar (dump truck) yang melewati jalur ke Jayamix, apalagi jika hujan jalanan jadi licin, kalau salah-salah jatuh bisa masuk ke kolong truk.

Saya berangkat dari wilayah Lenteng Agung, Jakarta Selatan jam 5.00 pagi dan janjian bertemu dengan dua teman lainnya, Munawar Chalil dan Tomi di kawasan Bojongsari, Sawangan, Parung. Target kami sudah kembali lagi ke rumah pada pukul 12 atau 13.00 siang.

Kami berangkat dari McDonald pertigaan Bojongsari, Sawangan, Bogor, Jawa Barat pada pukul 7.00 setelah mengisi perut sarapan. Lepas sekitar 1 km dari tempat kami sarapan, tepatnya di Pasar Parung, kami belok ke kanan menuju ke arah Rumpin, melewati Jalan H. Mawi, Jalan H. Usa dan Jalan Putat Nutug yang terbuat dari aspal dan beton, cuma traffic-nya lumayan macet karena harus melewati Pasar Parung dan pertigaan Ciseeng.

Sampai di daerah Ciseeng, Anda bakal bertemu pertigaan, lantas ambil ke kanan. Ada penunjuk arahnya kok, ke kanan ke arah Rumpin dan Parung Panjang, sedangkan kalau ambil ke kiri ke arah  Ciampea dan Bogor.

Anda ambil ke kanan menelusuri Jalan Prada Samlawi. Permukaan jalannya kurang bagus, bumpy dan berpasir sehingga harus hati-hati pada saat menikung dan mengerem karena jika salah perhitungan motor bisa sliding karena licin, apalagi pakai ban pacul di jalan aspal. Beberapa bagian jalan bahkan rusak berat, kubangan dan lubang di mana-mana, namun buat motor trail Kawasaki KLX yang kami bertiga pacu tidak terkendala.

Untuk masuk ke Danau Quarry ada tiga jalan yang bisa ditempuh. Pertama melewati Jalan Gunung Eundeur, kedua lewat Kampung Sukasari namun cukup melambung karena melewati Jalan Parung Panjang terlebih dulu dan ketiga dari Jalan Suda Malik (kalau menurut Google Map sih begitu), yang aksesnya lebih melambung daripada jalan kedua.

Kami mengambil jalan dari Gunung Eundeur karena lebih jauh, jalurnya lebih menantang, jalanannya tanah padat serta berlumpur pekat setelah pada malam harinya diguyur hujan deras. Alhasil, jalanan jadi seperti bubur.

Pas masuk Jalan Gunung Eundeur hati-hati truk-truk besar (dump truck) yang lalu-lalang. Ban pacul KLX 150 S saya sudah gundul bagian depan dan belakang sehingga harus ekstra hati-hati ketika berpapasan dengan dump truck atau menyalip truk. Kalau salah memainkan gas, ban kehilangan grip dan kalau terjatuh bisa masuk kolong dump truck.

Di sekitaran jalan yang kami lewati ada beberapa bukit dan jalan tanah yang bisa dipakai untuk main. Tapi karena niat kami hanya sunmori jam 13.00 sudah di rumah, kami tak nyimpang melainkan langsung menuju tempat destinasi. Di sini enaknya ngegas di jalanan lumpur padat. Ban belakang belanja ke kiri dan ke kanan, pada saat ngerem agak gelosor sedikit. Tinggal maenin pantat sedikit dan posisi berdiri, maknyus.

Sesampainya di Quarry Jayamix kami langsung minum seduhan kopi hitam di bawah pohon sambil menikmati keindahan telaga dari ketinggian. Setelah ngobrol-ngobrol 1 sampai 1,5 jam di situ, kami kembali lagi ke Jakarta dengan melewati rute yang berbeda. Pukul 13.00 sudah sampai di rumah dengan hati gembira.

Oh iya, kalau ke daerah sini, jangan lupa pakai masker karena debu dan pasirnya cukup tebal beterbangan. Apalagi kalau sudah di belakang dump truck.

Penasaran? Coba aja….

EKA ZULKARNAIN

SHARE



Mau Honda CRF150L Tampil Beda? Ini Custom Part dan Apparealnya

JAKARTA, 14 November 2017 – Selain memperkenalkan All New Honda CRF150L, PT Astra Honda Motor (AHM) juga melengkapi calon konsumen...

Edukasikan Kesadaran Berkendara, Shell Sambangi SMK di Jakarta

JAKARTA, 15 November 2017 -- Guna meningkatkan pengetahuan dan kesadaran berkendara dan berlalu lintas yang benar pada generasi muda, khususnya...

Suzuki Bike Meet Malang Dibanjiri Bikers Jawa Timur

MALANG, 14 November 2017 -- Bersamaan dengan pelaksanaan Suzuki Bike Meet Medan, PT Suzuki Indomobil Sales menghimpun 1.082 bikers Suzuki...

Penjualan Honda Verza Melonjak 43%, Jadi Motor Sport Honda Paling Laris

JAKARTA, 14 November 2017 – Honda Verza menjadi model Honda yang paling tumbuh penjualannya pada Oktober 2017 lalu. Verza 150...

Honda CRF150L Dibanderol Rp 31 Jutaan, Ini Spesifikasi Lengkapnya

JAKARTA, 14 November 2017 -- All New Honda CRF150L akhirnya resmi meluncur di Indonesia setelah menunggu cukup lama. Motor adventure...