Home TEST RIDE Test Ride: Ducati Scrambler 800 Icon Red, Kecil Tapi Beringas!

Test Ride: Ducati Scrambler 800 Icon Red, Kecil Tapi Beringas!

SHARE

Saat PT Garansindo Euro Sports, autohorized distributor Ducati di Indonesia, memperkenalkan Ducati Scrambler 800 di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) awal April lalu, saya benar-benar dibuat ngeces. Motor ini benar-benar punya tampilan yang langsung memikat mata. “Cantik,” kata seorang rekan di kantor saat menyaksikan prosesi peluncuran.

Ternyata Motovaganza tak menunggu lama untuk bisa mencoba kehebatan motor ini. Bersamaan dengan test ride Ducati Multistrada 1200 Red, PT Garansindo Euro Sports memberikan kami kesempatan menjajal Scrambler 800 Icon Red. (Baca: Test Ride: Ducati Multistrada 1200 Red)

Dari sisi tampilan, memang beragam pendapat muncul. Fisiknya modern tanpa meninggalkan kesan klasik yang menjadi daya tariknya. Tampilan klasik terlihat dari desainnya. Lampu depan bulat dan speedometer kecil, yang juga bulat, membuat tampilannya klasik. Namun lampu mendapat sentuhan modern dengan penggunaan teknologi LED. Penerangan dengan teknologi ini sangat membantu saat kami memulai perjalanan.

Tangki bensin berbentuk klasik yang disambut langsung jok empuk melengkung hingga ke belakang. Lampu belakang berbentuk kecil terletak di bagian bawah jok. Sedikit ke bawah ada lampu sein klasik di bagian kanan dan kiri.

04062016-Moto-Ducati-Scrambler_05

Penampilan Scrambler 800 ditunjang dengan velg jari alloy ringan 10 palang berukuran 18 inci di bagian di depan dan 17 inci di belakang yang terlihat sangat proporsional. Sedangkan ban menggunakan Pirelli dengan kembang sport.

Saat pertama kali duduk di atas joknya, saya merasa ngepas. Penggunaan setang lebar dengan jok setinggi 790mm, motor ini memiliki riding position yang cukup friendly bagi postur kebanyakan orang Indonesia. Kaki bisa menginjak tanah dengan baik. Selain itu jok bisa disetel dinaikkan (810 mm) atau diturunkan (770mm) sesuai keinginan.

Kami berangkat dari kantor di kawasan Patal Senayan. Saya memilih Ducati Scrambler 800. Sedangkan Ducati Multistrada 1200 Red yang ditunggangi Group Editor-In-Chief & Publisher Equator Mediavaganza, Munawar Chalil. Jujur saya agak keder membawa Multistrada 1200 yang bertubuh besar itu. “Saya bawa yang Scrambler aja, bang. Cocok sama gaya saya,” kata saya menjawab Chalil kenapa saya memilih Ducati Scrambler 800.

04062016-Moto-Ducati-Scrambler_01

Bodinya yang tidak terlalu besar membuat banyak mata tertipu, padahal performa yang tersimpan di mesin motor ini sangat mengejutkan.

Bermain di rpm rendah, motor ini memang “kurang” menyenangkan. Selalu ada hentakan-hentakan yang meminta handle gas untuk dipuntir lebih dalam. Maklum, dengan mesin berkapasitas 803cc, L-Twin, air-cooled, yang menghasilkan 75 hp pada 8250 rpm dan torsi 68 Nm pada 5750 rpm. Tenaga keluar secara linear.

Nah, motor akan berubah jadi “galak” saat gas diputir lebih dalam, Tenaga akan merespon dengan hentakan dahsyat. Ini adalah karakter mesin Desmodromic yang digunakan Ducati.

04062016-Moto-Ducati-Scrambler_04

Pertama kali merasakannya saya sedikit kaget dengan tenaga besarnya. Dengan tenaga besar dan bodi yang terbilang kecil, Scrambler 800 ini seperti siap melesat. Tapi jika sudah melaju di kecepatan tinggi, motor ini gampang dikendalikan.

Satu yang mungkin harus diperhatikan, kubikasi mesinnya yang besar membuat motor ini mengeluarkan hawa panas yang lumayan saat menghadapi kemacetan atau saat berhenti di lampu merah. Tapi hawa panas tidak akan terasa saat motor sudah mulai melaju.

Soal handling, saya bisa memberikan nilai 9 dari 10, sangat gampang, sama sekali tidak merasa seperti mengendarai motor berkubikasi besar. Salah satunya adalah posturnya yang tidak terlalu besar, hampir sama dengan motor sport yang ada di Indonesia, sehingga cukup mudah untuk menyalip-nyalip di antara mobil atau kendaraan lain di jalan.

04062016-Moto-Ducati-Scrambler_02

Shock Single Kayaba shock absorber with preload regulation cukup empuk saat melintasi sebagian besar rute. Kontur jalanan yang sebagian besar aspal tentunya jadi makanan empuk bagi motor ini. Meski yang jadi catatan adalah saat bertemu jalanan “keriting” memang terasa keras.

Urusan pengereman tidak ada masalah. Ducati sudah menggunakan semi-floating mono disc radially mountes monobloc Brembo caliper 4-piston untuk fungsi pengereman. Sistem ini juga didukung anti-lock brake system (ABS) sebagai fitur standar.

Kesimpulan saya, motor yang dibanderol PT Garansindo Euro Sports seharga Rp 339.000.000 ini sangat asik jika bermain di perkotaan. Tak hanya karena tampilannya, tapi juga performanya yang mumpuni. Jika Anda gemar dengan motor bertenaga besar, kegalakan Scrambler 800 ini bakal jadi hiburan yang asyik.

RAJU FEBRIAN

SHARE

BMW K1600B 2018 Buat Pecinta “Bagger” Enam Silinder

DAYTONA, 24 Mei 2017- Pada ajang Daytona Bike Week 2017 baru-baru ini, BMW Motorrad USA baru-baru ini, pabrikan merilis produk...

Ini Kelebihan Aki Gel Motobatt

JAKARTA, 24 Mei 2017 - Berbicara tentang kebutuhan listrik motor tak lepas dari peranan aki (accu), mulai dari motor listrik,...

Cleveland Cyclewerks Buka Lounge Bernuansa Garage

BINTARO, 23 Mei 2017 -- Cleveland Cyclewerks atau biasa disebut CCW yang identik dengan motor-motornya a la kastem baru. Nah...

Mengenang Nicky Hayden

CESENA, ITALIA, 23 MEI 2017 - Nicholas “Nicky” Patrick Hayden telah meninggalkan kita. Ia meninggal dunia pada Senin, 22 Mei 2017 karena luka parah...

Kepergian Nicky Hayden Menyisakan Duka Bagi Adik dan Keluarga

CESENA, ITALIA, 23 Mei 2017 – Kepulangan Nicky Hayden, juara MotoGP 2006 dan pembalap Red Bull Honda World Superbike, meninggalkan duka yang mendalam bagi...