SHARE

JAKARTA, 2 Maret 2016 — Tidak puas balap di kelas 4 tak, Kutu Racing Team (KRT) menghadirkan vespa balap bermesin 2 tak yang bertarung di kelas 2 tak. Total tim balap Kutu Community ini turun dengan 7 Kutu Balap, 4 di kelas 2 tak dan 3 di kelas 4 tak, pada Seri Perdana Scooter Grand Prix 2016, di Sirkuit Karting, Sentul, akhir pekan lalu.

Subscribe Now!..

“Mulai tahun 2016 ini, kami juga menurunkan Kutu Balap 2 tak. Dan tahun ini Kami terus melakukan riset mesin 2 tak di ajang Scooter Grand Prix,” kata Ivan Octavianus, Manager KRT, dalam keterangan persnya.

Selain menyiapkan Kutu Balap, KRT juga menyiapkan pembalap. Asep Bedun, Bram Prasetya, Sugiartono, Guntur Leo Perkasa dan Randi Ramandandi adalah para pembalap binaan KRT yang juga member Kutu Community.

Hasilnya, Asep Bedun berhasil naik podium 1 di kelas FFA 300 dan juara 4 di Kelas 220 Open. Bram Prasetya juara 2 di kelas FFA Open dan juara 3 di Kelas 220 Open. Sementara itu Sugiartono dan Guntur Leo Perkasa berhasil naik ke podium 5 di Kelas 160 Open dan 160 Pemula.

Baca Juga:  Kustomfest Dukung Indonesia Rocker’s Day Yogyakarta

“Di seri pembuka ini Kami berhasil menggondol 6 piala kemenangan. Meski di Kelas 2 tak KRT masih belum bisa mengimbangi lawan, namun di Kelas 4 tak KRT masih Berjaya,” papar Ivan.

Menariknya Randi Ramandandi, pembalap KRT yang berasal dari member Kutu Distrik Bekasi, meski hanya finish pada urutan 14 di Kelas Standart Pemula 2 tak tak kehilangan semangat. “Saya berterima kasih kepada KRT dan Kutu Distrik Bekasi yang telah memberi kesempatan dan memfasilitasi dalam balapan scooter bergengsi ini,” ungkap Randi.

Kutu Racing Team dibentuk untuk mengajak member Kutu Community dan pengendara motor lain agar tidak kebut-kebutan di jalanan, melainkan di sirkuit. Sesuai dengan misi yang diusung komunitas ini, menjadikan membernya sebagai contoh yang baik bagi masyarakat dalam berkendara aman di jalan.

ANDHIKA KRESNA

SHARE