Ini Modern Board Tracker Kebanggaan Kota Semarang

Ini Modern Board Tracker Kebanggaan Kota Semarang

JAKARTA, 27 September 2016 – Semarang menjadi kota ketiga dalam deretan main event Indonesian Kastem and Custom Culture bertajuk Suryanation Motorland 2016 yang diselenggarakan pada Sabtu (24/9). Di kota ini, beragam motor kastem ikut ambil bagian untuk menunjukan karya terbaiknya di hadapan para juri dan pengunjung yang hadir. Tercatat ada ratusan peserta yang ikut berpartisipasi di ajang tahunan motor kastem terbesar di kota Semarang.

Salah satunya adalah penampilan motor milk Hanif Rinaldi Rahmanuari, Asli Semarang dengan motor berbasis Kawasaki KZ200 lansiran tahun 1983. Motor lawas milik hanif ini terlihat bayak memiliki penggemar di kota yang khas dengan kuliner lunpia tersebut. Saat ditemui Motovaganza, Hanif tidak segan membeberkan cerita dibalik pengerjaan motor dengan kapasitas mesin 200cc ini.

Ia mengatakan jika motor miliknya ini digarap di Three Monkey Engginering, Semarang. Ia menyerahkan semua pembuatannya di bengkel khusus motor kastem yang ada di Semarang untuk mendapatkan hasil yang sangat memuaskan seusai dengan apa yang ia inginkan.

“Motor ini berbasis Kawasaki KZ200 mas, kalau pengarapannya semua saya serahkan ke bengel  kastem Three Monkey Engginering di Semarang. Semua dibuat ulang mulai dari rangka, lengan ayun dan fork bagian depan,” buka pria berusia 22 tahun kepada Motovaganza.

Sementara, lama proses pembuatannya sekitar 6 bulan. Untuk konsepnya Hanif menginginkan sebuah motor board tracker namun dalam versi yang sedikit lebih modern. Ia pun mendaftarkan motor hasil garapan three monkey engginering di ajang Suryanation Motorland 2016 ini dengan kelas Board Tracker.

Untuk menjadikan motor ini lebih terlihat unik, ia merubah posisi Shifter atau operan gigi ke bagian belakang dengan bantuan tongkat. Sementara, tuas kopling ia pindahkan ke bagian footstep bagian bawah kiri.

Menariknya, velg original dengan warna hijau terang yang ia dapatkan dari motor bawaannya ini menjadi daya tarik tersendiri karena hanya bagian velg inilah yang memiliki warna dan terlihat kontras dengan seluruh body motor dengan gaya Rust atau karat.

Untuk kenyamanan dan handling secara fungsi motor ini juga telah ia bawa seputar kota Semarang. Ia juga mengendarai motor dengan panggilan Bull Frog tersebut ke kota Solo untuk menghadiri gelaran motor kastem beberapa waktu lalu. Menurutnya, hasil pengalaman berkendara dengan motor karat ini sangat nyaman dan memuaskan.

Hebatnya, motor miliknya ini pun dinobatkan menjadi Best of the Best Region. Motor ini menjadi perwakilan pemenang di Kota Semarang. Selamat!

ANDHIKA KRESNA

Comments

BANGKOK, 8 Desember 2016 - Melalui ajang Thai Motor Expo 2016, Triumph Motorcycles mengahdirkan penampilan motor klasik dengan mesin bongsor...

JAKARTA, 8 Desember 2016 -- PT Kawasaki Motor Indonesia akhirnya menghadirkan salah satu model dari keluarga “Z” teranyar miliknya bernama...

JAKARTA, 8 Desember 2016 – Sepeda motor listrik nasional GESITS membuka kesempatan kepada UKM untuk melakukan kerjasama pengadaan komponen sepeda...

JAKARTA, 7 Desember 2016 -- Musyawarah Nasional (Munas) ke-2 Yamaha Riders Federation Indonesia (YRFI) berlangsung sukses. Achobule Patauri terpilih sebagai Ketua...

THAILAND, 7 Desember 2016 - Memanfaatkan gelaran Thailand Motor Expo ke-33, pabrikan motor asal India Royal Enfield turut mengambil bagian...