Ini Rahasia Kehebatan Honda CBR1000RR SP

Ini Rahasia Kehebatan Honda CBR1000RR SP

JAKARTA, 26 Juli 2016Honda menggarap benar-benar CBR1000RR SP. Motor besar ini dilengkapi penampilan yang sporty, mesin dengan silinder besar, perangkat elektronik pendukungnya. Apa saja teknologi unggulan yang disembunyikan di balik fairing Honda CBR1000RR SP?

Pertama dari sektor mesin. Honda CBR100RR SP menggunakan mesin PGM-DSFI yang udah dilengkapi teknologi Programmed Dual Sequential Fuel Injection. Tujuan penggunaannya agar performa mesin dapat maksimal dari bawah hingga atas. Cara kerjanya Injektor primer yang berada di bawah tepatnya di throttle body akan mulai bekerja sejak rpm rendah. Sementara, injektor sekunder yang menempel di boks filter udara akan bekerja mulai putaran 5.000rpm. Kinerja keduanya diatur oleh ECM (Electronic Control Module).

Honda CBR1000RR SP juga sudah dibenamkan Assist Slipper Clutch. Teknologi ini memanfaatkan momen geser dengan bidang miring, artinya Assist akan bekerja saat motor sedang dalam akselerasi. Di saat ini, putaran dari kruk as akan lebih cepat dari pada as gir depan.

Hasilnya, kinerjanya menekan kopling akan lebih “enteng”. Sementara saat rider melakukan aksi engine brake tekanan ke kanvas akan dikurangi sehingga memberikan efek selip dan gejala roda belakang terkunci pun dapat diminimalkan sehingga motor akan lebih mudah dikontrol.

Untuk mereduksi panas berlebih, Honda CBR1000RR SP mengusung teknologi Intake Air Duct Control (IDC). Piranti ini terletak tepat berada di bawah lampu depan. Piranti ini berfungsi untuk mengatur banyaknya udara yang masuk dalam ruang mesin yang diatur langsung oleh ECM.

Di bagian kaki-kaki, motor sport berkapasitas 1000cc ini mengadopsi teknologi bernama Unit Pro-Link. Ini merupakan sistem suspensi belakang yang sama dengan Honda RC213-V dimana dudukan bagiann atas tidak menempel pada sasis namun di lengan ayun. Sistem ini diklaim lebih stabil saat menikung dan traksi ban ke aspal selalu maksimal.

Honda juga menggunakan teknologi Honda Electronic Steering Damper (HESD) yang merupakan teknologi yang disematkan di sektor sasis. Posisinya ada di belakang segitiga atas di balik cover tangki bahan bakar. Steering damper ini akan mengeras seiring naiknya kecepatan sehingga menunjang kestabilan di kecepatan tinggi.

Di sektor keselamatan, Honda CBR1000RR SP sudah menyematkan teknologi eC-ABS alias Electronic Combined Anti-lock Braking System. Sistem ini tidak hanya mengeliminasi roda mengunci namun juga pengaturan dengan kombinasi depan dan belakang secara elektronik agar gerakan motor lebih stabil saat panic braking sehingga gejala roda belakang mengangkat bisa diminimalkan.

Terakhir penyematan teknologi ECV dan EGBV pada cara kerja knalpot bertingkatnya yang sudah dibekali dengan katup yang diberi nama exhaust Control Valve. ECV ini bekerja menutup lubang knalpot yang atas (yang besar) dan membuka lubang knalpot bagian atas ketika putaran berada pada bukaan gas di 3.000-6.000 rpm. ECV digerakkan menggunakan kabel dari Exhaust Gas Control Actuator (EGCA) yang diatur oleh ECM. Di bagian dalam terdapat juga exhaust gas bypass valve (EGBV),

Keren!

ANDHIKA KRESNA

Comments

JAKARTA, 2 Desember 2016 -- Motor sport terbaru All New Honda CBR250RR mulai disiapkan untuk mengikuti ajang balap,  yaitu Asia Road...

ROMA, 2 Desember 2016 – Dua nama besar di Italia, Ducati dan Dainese, dikenal karena mewakili segmennya; Ducati karena performa...

JAKARTA, 2 Desember 2016 – PT Kawasaki Motor Indonesia memperkenalkan jagoan baru bagi pecinta turing dan jelajah jarak jauh. Motor...

JAKARTA, 1 Desember 2016 – Banyak pengendara sepeda motor saat ini mendapatkan kenyamanan dari sepeda sepeda dengan mesin mungil dan...

JAKARTA, 1 Desember 2016 -- Roland Sands Design (RSD) terkenal dengan motor kustom yang keren. Hal ini mereka barengi dengan...