Home BLOGS Wheel Story Season 4, Menikmati Picton Hingga Wanaka

Wheel Story Season 4, Menikmati Picton Hingga Wanaka

GREYMOUTH, 23 Juli 2016 – Perjalanan Mario Iroth dalam Wheel Story Season 4 di Selandia Baru kian mengasyikkan dan menantang. Mario dan Lilis melakukan perjalanan dari pegunungan Picton hingga Wanaka. Sebelumnya, mereka berhasil meyeberang selat Cook dan hingga di Picton,

Mario menceritakan perjalanannya dalam email yang dikirim kepada Motovagaza. “Sesampainya kami di Picton, kami langsung mengambil jalur ke arah Barat menuju Nelson. Suasana cerah dengan perbukitan dan lembah hijau. Waktu itu temperatur sekitar 12 derajat celsius. Setelah 2 jam riding, kami mampir makan siang saja di Nelson, lalu lanjut riding lagi hingga sore tiba,” tulisnya.

Karena hari sudah mulai gelap, mereka memutuskan untuk menginap dengan cara camping di dekat Taman Nasional Kahurangi, atau tepatnya desa Tapawera. Ini merupakan camp site yang disediakan oleh pemerintah setempat.

Anda bisa membayangkan jika harus menginap, menggunakan tenda, sementara cuaca sangat dingin hingga embun pagi menjadi es. Hal ini karena Tapawera memang berada di daerah pegunungan.

“Di sini dinginnya mencapai 1 derajat Celsius,” tambah Mario dalam email yang sama. Keesokan harinya mereka kembali melanjutkan perjalanan mengarah ke pesisir barat pulau selatan. Salaj lokasi yang mereka kunjungi adalah sebuah desa kecil Ahaura, berjarak 30 km sebelum Greymouth.

Perjalanan mereka kali ini juga diwarnai dengan hujan sepanjang siang menjelang sore, hal ini yang menjadikan pertimbangan Mario untuk beristirahat dan tidak melanjutkan perjalanan karena kondisi udara yang sangat dingin di malam harinya.

Sekitar 150 km dari Greymouth di desa Hari-Hari, ada Lodge atau penginapan untuk mereka bermalam. Di sini mereka menyewa sebuah rumah tinggal dengan harga yang terjangkau. Menariknya Mario dan Lilis mendapati semua perabot seperti, pakaian hingga pernak pernik rumah tangga berusia lebih dari 70 tahun yang tertata sangat rapi. Mario menamakan Tea Pot Cottage ini dengan tema ‘living in the past’ karena ke originalitas suasananya.

Tujuan berikutnya adalah Wanaka. Sepanjang perjalanannya mereka melewati Sanz Josef glacier dengan pemandangan Mt Cook yang indah. Dengan pemandangan aliran sungai dan juga pohon cemara dengan cuaca yang cerah, Mario sudah tidak lagi merasakan dingin dan membeku. Di Wanaka, terasa hangat serta langit biru dengan background pegunungan tertutup salju sebelahnya Danau Hawea.

“Pemandangan yang mengagumkan. Inilah salah satu alasan kita datang ke New Zealand,” tutup Mario dalam emailnya.

ANDHIKA KRESNA