Home UPDATES Aturan Modifikasi, Ini Tanggapan Para Biker dan Builder

Aturan Modifikasi, Ini Tanggapan Para Biker dan Builder

SHARE

JAKARTA, 11 Desember 2015 – Beragam tanggapan muncul terkait larangan melakukan modifikasi kendaraan. Sebagian menyebut harus ada kejelasan mengenai modifikasi yang boleh dan yang tidak. Sementara yang lain mengkhawatirkan jika hal tersebut bisa membuat mereka yang bergerak di bidang modifikasi kehilangan mata pencaharian.

Undang-Undang No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan mengisyaratkan ancaman pidana penjara paling lama satu tahun atau denda maksimal Rp 24 juta dan PP No 55/2012 tentang Kendaraan yang akan diberlakukan awal Januari 2016.

Rheva Farouq dari Komunitas Sportster Indonesia – Harley Davidson mengatakan seharusnya ada pengecualian. “Modifikasi kan kreatifitas, ya selagi memodifikasi tidak mengancam keselamatan, ya ndak masalah. Mungkin kalo sebatas knalpot ganti aksesoris plug and play ya nggak papa mestinya,” kata dia santai.

Senada dengan bro Rheva, Ali Reza dari Scooterfixed, komunitas penggemar Vespa mengatakan jika kendaraan tersebut dipakai untuk sehari-hari memang harus mengikuti peraturan pemerintah. Tapi jika kendaraan yang hanya digunakan saat weekend atau special occasion mungkin bisa diberikan kelonggaran.

“Kan berhubungan dengan kreatifitas dan identitas dari si pemilik motor tersebut. Toh memodifikasi juga berarti memberikan lapangan pekerjaan kepada masyarakat yang memang mempunyai expertise di bidang tersebut,” kata pria yang akrab dipanggil Alza ini.

Namun berbeda dengan biker, para modifikator atay builder punya pendapat berbeda. Ant Ant dari A’kaline Motorsport mengatakan khawatir jika aturan ini diberlakkan. “Wah saya tidak setuju, kalau benar-benar diterapkan bengkel modifikasi bisa sepi pelanggan nantinya,” kata dia kepada Motovaganza.

Hal senada juga datang dari pemilik rumah modifikasi yang biasa menangani modifikasi Supermoto, Bobby Susanto, dari Arena Motor. Ia mengatakan aturan ini bisa membuat rango-orang seperti dirinya kehilangan pekerjaan. “Aturan ini kan masih wacana, seperti yang dulu pernah ada tentang penggunaan knalpot racing. Namun, jika benar diberlakukan kami akan banyak kehilangan pelanggan karena Arena Motor menangani modifikasi,” katanya.

ANDHIKA KRESNA

SHARE

FIRST RIDE: All New Vespa LX 125 i-get

JAKARTA, 24 Maret 2017 - Bersamaan dengan peluncuran Vespa LX 125 i-get dan S 125 i-get perdananya di Jakarta, PT...

Ada Bendera Merah Putih di Yamaha YZF-M1 Duo Yamaha

DOHA, 24 Maret 2017 - Ada yang menarik dalam penampilan perdana duo Yamaha YZF-M1 2017 dalam free practice pertama di...

Ducati dan Scrambler Ducati Hadir di Ajang 1st Indonesia Autovaganza

JAKARTA, 26 Maret 2017 – PT Garansindo Euro Sports sebagai APM untuk brand Ducati di Indonesia ikut tampil dan berpartispasi...

Jelang MotoGP Losail, Ini Karakter Sirkuit Menurut Pembalap MotoGP

LOSAIL, 24 Maret 2017 — Perhelatan kejuaraan balap motor prototipe, MotoGP musim 2017 siap memasuki race pertamanya di Losail International...

Piaggio Indonesia Remajakan Vespa LX dan S i-get 125cc

JAKARTA, 24 Maret 2017 - Menjawab kebutuhan pasar, Piaggio Indonesia kembali meluncurkan Vespa LX dan S terbaru miliknya hari ini,...