Home UPDATES Yogya Sandang Nama Baru, Kota Kustomfest

Yogya Sandang Nama Baru, Kota Kustomfest

YOGJAKARTA, 9 Oktober 2016 – Selain memiliki sejarah kota yang panjang dan tua, kota yang sering dijuluki sebagai kota pelajar ini akhirnya menyandang julukan baru bernama Kota Kustomfest. Hal ini dikarenakan adanya dorongan dari para penggila modifikasi sebagai sebagai kota kustomfes yang telah sukses hingga tahun kelima di 2016 kali ini.

Lulut Wahyudi pengagas gelaran bergengsi Kustomfest ini bertekad untuk menjadikan kota Yogja terkenal hingga luar negri. “Hampir 2.000 orang dari negeri-negeri tetangga dan juri dari negara lain datang ke Kustomfest. Ini merupakan sebuah apresiasi yang luar biasa terhadap dunia kreatifitas di Indonesia, karena itu kami bertekad menjadikan Yogyakarta sebagai kota yang terkenal dengan julukan Kota Kustomfest,” bangga Lulut.

Selain memberikan julukan lain, Lulut juga ingin mewujudkan asa bahwa Indonesia bisa menjadi salah satu kiblat dunia kastem di dunia, yang tentu dengan ciri khas garapan khas Indonesia, bukan mencontek model atau megambil pakem kastem luar negeri.

“Yogyakarta bisa bikin Borobudur, Candi Prambanan dimana di jamannya sebagai sesuatu yang sulit dilakukan masa saat ini kita tidak bisa buat motor kastem yang punya ciri khas Indonesia, kita pasti bisa!” tambahnya.

Menurut Lulut modal Indonesia, khususnya kota Yogyakarta sudah punya modal menjadi kota Kustomfest, dengan banyaknya builder-builder dan bengkel-bengkel yang mampu menciptakan sebuah sepeda motor menjadi karya seni, bukan sekadar alat transportasi.

Dalam perkembangannya custom culture menghadirkan trend baru yang menjadi sebuah gaya hidup yang berevolusi menjadi sebuah fashion dengan berbagai sub-culture yang ada di dalamnya, seperti otomotif, musik dan seni.

Di tahun kelima penyelenggaraan, Kustomfest yang mengusung tema ‘Reborn Legend’ kali ini diharapkan akan menjadi reuni para legenda untuk mau memajukan dunia kastem di Indonesia. Tema ini memuat pesan kepada khalayak luas bahwa untuk mendapat pengakuan atas diri dan karyanya seseorang harus terus berproses sehingga melahirkan karya baru secara konsisten.

Mantab!

ANDHIKA KRESNA